Minggu 16 Agustus 2020 - 12:35:44 am

Organisasi Kerja Sama Islam Menekankan Perlunya Langkah Perdamaian antara Palestina dan Israel


New York, 22 Juli / WAM / Uni Emirat Arab - sebagai ketua Negara Anggota OKI - mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah perdamaian antara Palestina dan Israel selama diskusi terbuka Dewan Keamanan mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina.

Ini hadir dalam pernyataan tertulis yang disampaikan oleh UEA kepada Dewan Keamanan atas nama perhimpunan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam, dan menyatakan bahwa sementara kasus yang terinfeksi pandemi virus Corona yang meningkat semakin mengkhawatirkan, rencana sepihak Israel untuk mencaplok wilayah yang luas dari tanah Palestina yang diduduki masih menjadi ancaman yang terlihat jelas.

Dia menambahkan dalam pernyataan: "OKI sangat prihatin dengan perkembangan ini yang menjadi tantangan bagi kesehatan, ekonomi, sosial dan keamanan di wilayah Palestina yang diduduki, juga menekankan niat OKI itu untuk terus mendukung rakyat Palestina dan mencari solusi dua negara, sehingga negara Palestina hidup berdampingan dengan Israel dalam damai, aman dan saling mengakui".

OKI mendesak masyarakat internasional untuk terus memberikan tekanan pada Israel untuk mencegah rencana aneksasi yang telah dikecam OKI berulang kali, juga menekankan bahwa tindakan sepihak seperti itu merusak proses perdamaian dan akan memiliki konsekuensi serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia.

Dalam konteks yang sama, OKI menuntut agar Israel menghentikan semua tindakan ilegal, termasuk menghentikan pembangunan tembok dan permukiman, menyita tanah dan menghancurkan rumah-rumah dan properti.

OKI menyatakan keprihatinannya tentang pembatasan Israel yang diberlakukan untuk memasuki situs-situs suci, Islam dan Kristen, di kota Yerusalem, dan memuji upaya Yang Mulia Raja Abdullah II Bin Al Hussein, Raja Kerajaan Hashemite Yordania, penjaga situs suci Islam dan Kristen di Al-Quds Al-Sharif, dalam melindungi dan melestarikan kota Yerusalem. Identitas Islam dan Kristennya, serta upaya Yang Mulia Raja Muhammad VI, Raja Maroko sebagai Ketua Komite Yerusalem.

OKI mendorong para aktor internasional untuk serius memecahkan proses politik yang buntu dan meluncurkan proses politik multilateral yang kredibel, terikat waktu, dan sesuai dengan kerangka acuan yang disepakati, menekankan peran penting Dewan Keamanan dalam mendukung solusi yang adil dan komprehensif menghadapi konflik.

OKI juga mencatat pentingnya dukungan komunitas internasional untuk upaya mengendalikan dan mengatasi virus Corona secara efektif di wilayah Palestina yang dijajah, menekankan perlunya dukungan ini untuk fokus pada peningkatan kapasitas sistem kesehatan, terutama di Jalur Gaza, di samping mengurangi dampak sosial dan ekonomi dari epidemi.

OKI sangat mendorong rencana pembiayaan PBB untuk pandemi Corona di Wilayah Pendudukan Palestina dan permintaan mendesak yang disampaikan oleh UNRWA untuk menanggapi pandemi tersebut.

Sehubungan dengan situasi kemanusiaan dan ekonomi yang memburuk di Wilayah Pendudukan Palestina, OKI menekankan pentingnya komunitas internasional untuk tidak mengabaikan keadaan yang membuat cemas ini, yang sangat mempengaruhi kehidupan warga Palestina dan upaya perdamaian.

OKI mengulang seruannya untuk mendukung rakyat Palestina dalam melaksanakan hak-hak mereka yang sah, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara yang berdaulat dan merdeka sesuai batas 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

OKI menyerukan penarikan penuh Israel dari Golan Suriah yang diduduki ke perbatasan 4 Juni 1967 sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan, OKI juga menyatakan perlunya menjaga persatuan, kedaulatan, integritas wilayah, dan kohesi sosial, serta menegaskan dukungannya untuk solusi politik terhadap krisis Suriah, sejalan dengan Resolusi Dewan 2254 pada tahun 2015.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302857097

WAM/Indonesian