Kamis 06 Agustus 2020 - 6:00:16 am

Perusahaan Air dan Listrik Emirat Mengumumkan Pemenang Tender untuk Mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Dunia


- Perusahaan Air dan Listrik Emirat menandatangani perjanjian pembelian energi dengan koalisi pemenang tender, yang meliputi TAQA, Masdar, EDF dan Ginco Power.

- Pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia akan menghasilkan 2 gigawatt listrik dan berhasil mencatat tarif kompetitif terendah 4,97 fils per kilowatt / jam / 1,35 sen AS per kilowatt / jam /.

..............................

Abu Dhabi, 26 Juli / WAM / Perusahaan Air dan Listrik Emirat mengumumkan kemenangan koalisi yang dipimpin oleh Perusahaan Energi Nasional Abu Dhabi "TAQA" dan Perusahaan Energi Masa Depan Abu Dhabi "Masdar" dengan mitra "EDF" dan "Ginco Power" untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya Al-Dhafra. Pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia dengan kapasitas 2 GW listrik di Wilayah Al-Dhafra, 35 kilometer dari Abu Dhabi. Perusahaan Air dan Listrik Emirat menandatangani perjanjian pembelian energi dan perjanjian pemegang saham.

Proyek ini, yang menjalani proses evaluasi pembelian sesuai dengan kriteria yang tepat, berhasil mendaftarkan tarif di antara yang paling kompetitif di dunia di bidang biaya PV surya 4,97 fils per kilowatt / jam, setara dengan "1,35 sen AS per kilowatt / jam" berdasarkan biaya setandar listrik. Setelah dimulai perdagangan, pabrik diharapkan berkontribusi untuk mengurangi emisi karbon di Emirat Abu Dhabi sebesar lebih dari 2,4 juta metrik ton per tahun, setara dengan menghilangkan sekitar 470.000 mobil dari jalan.

Utsman Al Ali, CEO Perusahaan Air dan Listrik Emirat mengatakan: "Kami senang dapat bekerja dengan mitra kami dan menandatangani perjanjian pembelian energi setelah kami mendapatkan tarif kompetitif terendah untuk produksi energi surya, langkah yang mendukung upaya kami untuk mengamankan pasokan energi dalam jangka panjang, dan meningkatkan kontribusi sektor energi surya dalam memenuhi kebutuhan energi saat ini dan masa depan.

Al Ali menambahkan: "Penerapan teknologi terbaik akan berkontribusi untuk meningkatkan peran penting Proyek PV Surya Al-Dhafra dalam mendiversifikasi upaya kami saat ini untuk mengamankan pasokan listrik, dan membantu kami untuk terus mencapai tujuan rencana strategis kami untuk menghasilkan transformasi fundamental dan positif di bidang produksi air dan listrik, sebagai bagian dari upaya kami untuk mengembangkan sektor energi rendah karbon di Emirat Abu Dhabi dan UEA. Jassim Hussain Tsabit, CEO dan Managing Director Perusahaan Energi Nasional Abu Dhabi "TAQA" mengatakan: "Pembangkit Listrik Tenaga Surya Al-Dhafra adalah tonggak sejarah bagi negara kita dan sektor energi global .. Rendahnya tarif listrik yang dapat dicapai oleh proyek ini, selain merupakan teknologi terbaik, mereka menegaskan kembali manfaat ekonomi menggunakan proyek-proyek energi terbarukan di bidang utilitas, yang memperkuat kemajuan yang dibuat negara kita dalam mengejar misi ambisius terkait energi yang tertulis dalam Strategi Energi Emirates 2050. Stasiun Al-Dhafra akan meningkatkan total listrik yang dihasilkan dari energi matahari di Emirat Abu Dhabi adalah sekitar 3,2 GW, setelah stasiun mencapai kapasitas operasi penuh". Pembangkit listrik tenaga surya Al-Dhafra akan menyediakan listrik sekitar 160.000 rumah di Uni Emirat Arab, yang lebih besar dari sekitar 1,2 GW pembangkit Nour Abu Dhabi, yang saat ini merupakan pembangkit listrik tenaga surya independen terbesar di dunia.

Muhamad Jamil Al-Ramahi, CEO PT. Masdar, menyatakan bahwa peluncuran proyek Al-Dhafra merupakan langkah baru yang sejalan dengan komitmen UEA untuk menjadi yang terdepan berkontribusi dalam perubahan global menuju sumber energi bersih, yaitu dengan berfokus pada penyebaran teknologi terbaru di bidang energi surya dan menyediakannya dengan biaya kompetitif.

Al-Ramahi menambahkan: "Kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan Perusahaan Air dan Listrik Emirat, TAQA, IDF Renewables, Ginco Power, dan banyak mitra terhormat lainnya yang berpartisipasi dalam penyelesaian proyek penting ini di Emirat Abu Dhabi, yang mewakili pembangkit listrik tenaga surya PV terbesar independen yang diadakan di satu lokasi, sebagai bagian dari upaya serius kami untuk memperluas jangkauan proyek kelas dunia kami di Emirat, yang meliputi Stasiun Shams di Madinat Zayid di Abu Dhabi, dan tahap ketiga dari Taman Surya Muhammad bin Rasyid Al-Maktum di Dubai."

Bruno Bensason, Wakil Ketua I Eksekutif Senior EDF Group dan CEO ADF Renewables mengatakan: "Perusahaan kami memiliki hubungan dekat dengan UEA setelah keberhasilan kami dalam menyediakan teknologi terbaru, dan berkontribusi mendukung sektor energi di negara ini dalam jangka panjang. Kami senang kemitraan strategis kami terus berjalan dengan proyek baru ini, di mana penandatanganan perjanjian pembelian energi untuk Proyek Surya PV Al-Dhafra mencerminkan kepercayaan Perusahaan Air dan Listrik Emirat dan pemerintah YM dalam kemampuan dan kecakapan kami untuk meningkatkan pertumbuhan sektor ini. Dengan standar efisiensi tertinggi dan harga rendah secara global, sehubungan dengan tingkat cahaya matahari saat ini yang mendukung misi UEA ini dan posisi perintisnya dalam mengembangkan dan menggunakan gabungan beragam solusi energi terbarukan, yang dapat menghasilkan energi berkelanjutan dan efektif untuk generasi mendatang." Charles Bay, Ketua Bisnis Internasional di Ginco Power mengatakan: "Ginco Power dengan bangga sekali lagi terpilih untuk mengembangkan PLTS "PV" terbesar di dunia, setelah kemitraan kami berhasil mengembangkan stasiun Noor Abu Dhabi, yang merupakan pembangkit listrik tenaga surya terbesar independen di dunia saat ini.

Uni Emirat Arab telah berhasil mewujudkan posisinya di peta global sebagai tujuan yang menarik bagi investor, dan penerapan standar transparansi dan integritas tertinggi yang ada di sektor energi, yang membuat kami bersemangat untuk melanjutkan kontribusi kami dalam mengembangkan proyek energi terbarukan yang ingin digarap oleh UEA. Tidak ada keraguan bahwa proyek PLTS PV Al-Dhafra akan meningkatkan daya saing di sektor energi, dan akan berkontribusi untuk meletakkan dasar baru untuk pelaksanaan proyek dengan tarif terendah yang catatan global. Kami dan mitra kami merasa bangga mulai mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia sesuai dengan teknologi dan standar terbaru. 60% dari proyek ini akan dimiliki oleh koalisi yang mencakup PT. TAQA dan PT. Masdar, sementara EDF dan Ginco Power akan memiliki 40% sisanya. Penutupan pendanaan dari proyek ini diharapkan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2020, dan stasiun akan memulai tahap produksi pertamanya pada paruh pertama tahun 2022 dan mencapai kapasitas produksi penuh pada paruh kedua 2022. Setelah pengaktifan dimulai, pembangkit listrik tenaga surya Al-Dhafra akan naik total kapasitas produksi energi suryanya di Abu Dhabi menjadi sekitar 3,2 GW.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302858067

WAM/Indonesian