Kamis 13 Agustus 2020 - 2:03:23 am

Studi Kamar Dagang Dubai: Fondasi Kuat Budaya Tanggung Jawab Perusahaan Berkontribusi dalam Mengatasi Efek "Covid-19" pada Kesehatan Karyawannya

  • دراسة لغرفة دبي : الأسس المتينة لثقافة الأعمال المسؤولة للشركات ساهمت في تجاوز تأثيرات "كوفيد - 19" على صحة موظفيها
  • دراسة لغرفة دبي : الأسس المتينة لثقافة الأعمال المسؤولة للشركات ساهمت في تجاوز تأثيرات "كوفيد - 19" على صحة موظفيها

Sebuah kuesioner yang dilakukan oleh Kamar Dagang menunjukkan bahwa 65,7% perusahaan dan institusi memiliki departemen khusus atau karyawan khusus untuk mengelola kebijakan tanggung jawab sosial perusahaan.

-70% dari perusahaan yang berpartisipasi dalam kuesioner menunjukkan pengetahuan yang tinggi dan penerapan praktik kesehatan dan keselamatan kerja yang canggih.

-80% dari perusahaan menyebutkan bahwa motivasi terpenting di balik inisiatif yang bertanggung jawab yang mereka luncurkan dan laksanakan adalah untuk meningkatkan masyarakat, dan hanya sebagian kecil memilih untuk meningkatkan pendapatan sebagai pendorong praktik-praktik mereka yang bertanggung jawab.

.................................................. ....................

.................................................. ....................

.................................................. .............

Dubai, Juli 26 / WAM / Kamar Dagang dan Industri Dubai menegaskan bahwa perusahaan Emirat menunjukkan kematangan yang tinggi dalam bidang tanggung jawab sosial perusahaan terkait dengan kesehatan dan keselamatan karyawan mereka selama periode krisis Covid-19, yang terbukti dalam sebuah studi penelitian bahwa fondasi yang kuat untuk investasi berkelanjutan yang dimiliki oleh perusahaan Emirat adalah faktor kunci keberhasilan perusahaan-perusahaan ini dalam mengatasi dan menangani dampak pandemi Corona pada karyawan mereka.

Studi baru-baru ini - dilakukan selama beberapa bulan terakhir dan didukung oleh kuesioner terintegrasi yang dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri Dubai tahun lalu - menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan sektor swasta di Emirat, proaktifk dalam risis "Covid-19" dengan penerapan praktik yang bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk memastikan kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan karyawan mereka. Mengembangkan rencana bisnis yang tepat untuk mendukung kelangsungan bisnisnya selama periode pandemi.

Penelitian - baru-baru ini disimpulkan oleh Pusat Etika Bisnis Kamar Dagang Dubai - mengungkapkan bahwa pra-investasi berkelanjutan untuk perusahaan adalah salah satu alasan utama perusahaan bertanggung jawab dan efektif selama masa "Covid-19", berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh pusat pada tahun 2019 yang menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan di Dubai telah mencapai tahap matang dalam bidang tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu dengan menerapkan metode yang konsisten dan terorganisir untuk tanggung jawab sosial perusahaan dan terlibat dalam program yang bertanggung jawab dan berkelanjutan yang konsisten dengan strategi bisnisnya.

Menurut hasil survei yang diungkapkan oleh Kamar Dagang untuk pertama kalinya, lebih dari setengah perusahaan yang berpartisipasi dalam kuesioner memiliki kebijakan tentang tanggung jawab sosial untuk institusi, sementara 65,7% perusahaan dan institusi memiliki departemen atau karyawan khusus, yang bertugas mengelola kebijakan tanggung jawab sosial perusahaan.

Kuesioner menunjukkan bahwa 62% perusahaan memiliki metodologi yang sangat matang dalam memotivasi dan mengintegrasikan karyawan, sementara 70% perusahaan yang berpartisipasi dalam kuesioner menunjukkan pengetahuan yang tinggi dan penerapan praktik kesehatan dan keselamatan yang canggih bagi karyawan.

Kuesioner juga menunjukkan minat yang diberikan oleh departemen dan pemimpin senior perusahaan Dubai yang berpartisipasi dalam survei kepada karyawan mereka, yang merupakan bagian penting dari upaya untuk mengevaluasi praktik yang bertanggung jawab dalam perusahaan, karena ditemukan bahwa departemen ini memiliki peran yang efektif dan menentukan dalam mengutamakan keselamatan karyawan selama periode krisis, dan meningkatkan kepercayaan diri dan keamanan kerja bagi karyawan yang bekerja dari jauh, serta membantu karyawan yang tidak mahir dalam menggunakan dengan teknologi.

Kuesioner mengkonfirmasi hasil penelitian ini, dengan 70,4% dari perusahaan yang berpartisipasi dalam kuesioner menyatakan bahwa dewan direksi perusahaan berkontribusi dan ikut serta dalam mengawasi masalah yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial yang diterapkan oleh perusahaan.

Studi ini menunjukkan banyak transformasi perusahaan menjadi sukarelawan melalui bidang virtual selama periode pandemi dan penciptaan cara baru untuk menjadi sukarelawan, yang juga dibenarkan oleh hasil kuesioner pada tahun 2019 yang menunjukkan bahwa 68% perusahaan matang dalam bidang ini, dan sangat mendukung sukarelawan karyawan, dan dukungan ini lebih banyak muncul dari perusahaan-perusahaan besar .. Survei juga menunjukkan bahwa 76% perusahaan berinteraksi, berkomunikasi, dan mendukung masyarakat sekitar perusahaan.

Studi ini mengungkapkan bahwa minat perusahaan sedikit bergeser selama periode "Covid-19" dari bidang lingkungan, sekarang lebih fokus pada praktik internal dan pasar tenaga kerja yang bertanggung jawab untuk mendukung karyawan dan pelanggan, dan hal ini mengorbankan masalah lingkungan dan masyarakat.

Kesimpulan dari penelitian ini selaras dengan hasil dari kuesioner tersebut. Kuisioner ini mengkonfirmasi bahwa tanggung jawab sosial lembaga-lembaga di Dubai, bahwa motivasi utama mereka adalah rasa komitmen terhadap masyarakat, 80% perusahaan menyatakan bahwa motivasi terpenting di balik inisiatif bertanggung jawab yang mereka luncurkan dan laksanakan adalah meningkatkan masyarakat, adapun meningkatkan pendapatan hanyalah persentase terendah, dengan perbandingan yang cukup besar, ini mencerminkan budaya tinggi dari komunitas bisnis di Dubai dalam penerapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Kuesioner menunjukkan bahwa penerapan praktik yang bertanggung jawab dalam perusahaan berasal dari dukungan puncak piramida, yang merupakan dewan direksi atau pimpinan senior, sementara pelanggan dan pemasok hanyalah pendorong paling kecil pada perusahaan untuk menerapkan praktik yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Kuesioner mengungkapkan bahwa dukungan para atasan adalah prasyarat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tanggung jawab sosial perusahaan dan membantunya berkembang.

Studi ini menunjukkan bahwa pengeluaran perusahaan dalam periode Covid-19 untuk berinvestasi dalam praktik dan program yang bertanggung jawab dan berkelanjutan menurun, karena perusahaan secara internal berfokus untuk bertahan dan tetap selamat, serta memperhatikan para karyawan, pelanggan, dan pemasok mereka.

Survei tahun 2019 menunjukkan bahwa 58% perusahaan mencatat sedikit atau signifikan peningkatan pengeluaran mereka untuk tanggung jawab sosial perusahaan selama tiga tahun terakhir, sementara 42% perusahaan yang berpartisipasi dalam kuesioner menyatakan bahwa pengeluaran dan investasi mereka dalam praktik bertanggung jawab tetap sama atau menurun selama tiga tahun terakhir.

Kuesioner mengungkapkan area tanggung jawab vital masih membutuhkan lebih banyak kematangan di antara perusahaan Dubai, laporan berkelanjutan menunjukkan bahwa 73% perusahaan yang berpartisipasi dalam kuesioner, dan tidak menulis laporan keberlanjutan / 29% / atau melakukannya dengan cara yang disederhanakan / 44% /, sementara 54% UKM tidak mengeluarkan laporan berkelanjutan tentang kegiatan bertanggung jawab mereka.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302858135

WAM/Indonesian