Kamis 06 Agustus 2020 - 5:48:30 am

Al-Zayudi dan Menteri Perdagangan Internasional Inggris Membahas Diversifikasi Perdagangan dan Kemitraan Investasi antara Kedua Negara


- Membahas sektor prioritas pasca-Covid-19 dan peluang yang muncul dari "Brexit".

- Total volume perdagangan luar negeri non-minyak antara kedua belah pihak adalah sekitar 10 miliar dolar pada 2019.

- Total investasi langsung Inggris lebih dari 20 miliar dolar di pasar Emirat.

.................................................. ....................

............................................

Dubai, 28 Juli / WAM / YM Dr. Tsani bin Ahmad Al-Zayudi, selaku Menteri Perdagangan Luar Negeri, mengadakan pertemuan virtual dengan Mr. Ranil Jayawardena, Menteri Perdagangan Internasional Inggris, di mana kedua belah pihak membahas kerangka kerja sama bilateral pada tingkat ekonomi dan perdagangan serta peluang baru untuk memperluas kemitraan yang ada, sesuai dengan prioritas di tahap mendatang, yang akan membantu langkah dan visi strategis pembangunan kedua negara sahabat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Mansur Abdullah Khalfan Belhul, duta besar Emirat untuk Inggris, Abdullah Abdullah Al-Saleh, Wakil Menteri Ekonomi untuk Urusan Perdagangan Luar Negeri, Yang Mulia Juma’ah Al-Kait, Asisten Wakil Menteri Sektor Perdagangan Luar Negeri, dan Muhammad Nashir Hamdan Al-Zaabi, Direktur Departemen Promosi Perdagangan di Kementerian ... Sedangkan di pihak Inggris, turut hadir Simon Benny, Komisaris Perdagangan Inggris untuk Timur Tengah, dan sejumlah pejabat.

Pertemuan tersebut membahas tentang menindaklanjuti beberapa file yang berkaitan dengan upaya kerja sama bilateral, yang mencakup koordinasi mengenai pertemuan sesi keenam dari kerja sama komite ekonomi antara kedua negara, meninjau peluang investasi dan insentif di sektor-sektor prioritas, di antaranya energi terbarukan, perawatan kesehatan, keamanan pangan dan layanan teknologi canggih, di samping membahas beberapa kebutuhan khusus untuk pemulihan kegiatan pariwisata antara pasar kedua negara.

Pertemuan itu juga menyinggung upaya saat ini, yaitu untuk membuka pembicaraan tentang perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan Inggris.

Yang Mulia Dr. Tsani bin Ahmad Al-Zayudi, Menteri Perdagangan Luar Negeri, menekankan keinginan UEA untuk meningkatkan kerja sama bilateral dengan Inggris di semua bidang yang diminati, terutama di tingkat perdagangan dan investasi ... Beliau mengatakan bahwa masa sekarang ini lebih dibutuhkan dari sebelumnya, meningkatkan dialog bersama untuk mencari peluang saat ini dari kancah ekonomi dunia, yang disebabkan oleh penyebaran epidemi Covid-19, serta masa pasca-Brexit, dan apa yang dapat dihasilkan dari awal babak baru dalam kerja sama ekonomi antara kedua negara, lebih aktif, beragam dan meningkat.

Yang Mulia meninjau beberapa langkah dan tindakan yang diterapkan oleh negara untuk memastikan kelangsungan bisnis, terlepas dari kesulitan dan tantangan yang ditimbulkan oleh krisis Covid-19, bahwa peran penting UEA dalam menjaga kelangsungan kerja rantai pasokan dan bantuan, pergerakan kargo laut dan udara tanpa berhenti, tidak hanya ke pasar negara tetapi juga pasar Organisasi-organisasi internasional yang terhubung dengannya, yang membuktikan efisiensi infrastruktur transportasi dan layanan logistik, dan mengokohkan posisi terhormat Emirat itu pada peta perdagangan dunia.

Yang Mulia Al-Zayudi juga membahas fleksibilitas lingkungan bisnis dan investasi di negara ini, dan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik bagi investasi asing, terutama dengan dikeluarkannya Undang-Undang Penanaman Modal Asing, yang memberikan lebih banyak insentif dan hak istimewa untuk investasi di bidang-bidang yang mendukung langkah negara dalam mentransformasi dan menerapkan teknologi canggih, serta meningkatkan kemampuan ekonomi pengetahuan, beragam dan berkelanjutan.

Sementara itu, Yang Terhormat Ranil Jayawardena, Menteri Perdagangan Internasional Inggris, menegaskan hubungan istimewa yang menyatukan kedua negara dan keinginan bersama untuk terus memperkuat ikatan persahabatan, dan berupaya menggali lebih banyak peluang untuk memperluas ranah kerja sama, terutama di bidang yang melayani agenda diversifikasi ekonomi dan sektor-sektor prioritas.

Dia mengatakan bahwa UEA adalah mitra dagang utama bagi Inggris di kawasan, di samping poros perdagangan vital yang diwakilinya, dan peran utamanya dalam memfasilitasi perdagangan dan investasi di kawasan.

Dia mengatakan bahwa kemitraan yang ada antara kedua negara menunjukkan tingkat pertumbuhan yang terus bertambah, juga menyatakan aspirasinya selama tahap mendatang untuk meningkatkan lagi, dan pengembangan aspek kerja sama bilateral di berbagai bidang vital.

Perlu dicatat bahwa UEA adalah pasar terbesar untuk ekspor Inggris di wilayah tersebut, dan keempat di dunia di luar Uni Eropa, dan juga menyumbang 40% dari total volume pertukaran perdagangan antara negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan Inggris.

Volume perdagangan luar negeri non-minyak antara kedua negara mencatat sekitar 10 miliar dolar selama 2019, sementara volume investasi langsung Inggris di pasar Emirat melebihi 20 miliar dolar, dan investasi langsung UEA di Inggris diperkirakan lebih dari 16 miliar dolar.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302858656

WAM/Indonesian