Kamis 06 Agustus 2020 - 4:59:41 am

Kedatangan Tahap Pertama Turbin Angin untuk Proyek Stasiun Dumat Al-Jandal di Arab Saudi

  • وصول أول دفعة توربينات رياح لمشروع محطة دومة الجندل في السعودية
  • وصول أول دفعة توربينات رياح لمشروع محطة دومة الجندل في السعودية
  • وصول أول دفعة توربينات رياح لمشروع محطة دومة الجندل في السعودية
  • وصول أول دفعة توربينات رياح لمشروع محطة دومة الجندل في السعودية

Riyadh, 29 Juli / WAM / Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB) Dumat Al-Jandal di tingkat fasilitas layanan Kerajaan Arab Saudi, yang memiliki kapasitas produksi 400 megawatt, telah membuat kemajuan yang signifikan dalam operasi yang sedang berlangsung, akan membangun stasiun dengan mendatangkan 20 turbin angin ke pelabuhan Duba, yang nantinya dipasang dalam proyek yang sedang dikembangkan oleh koalisi yang dipimpin perusahaan "EDF Renobles", bekerja sama dengan Perusahaan Energi Masa Depan Abu Dhabi "Masdar", dua perusahaan terkemuka dunia dalam energi terbarukan.

Turbin terdiri dari menara, bilah dan kamar, dan jumlah total 99 turbin angin akan dipasang di lokasi proyek, sejauh 900 kilometer utara ibukota Riyadh, di wilayah Al-Jawf di Kerajaan Arab Saudi. Tinggi maksimum setiap turbin adalah 130 meter dan diameter jalur bilah berputar mencapai 150 meter.

Perusahaan "Vestas" akan menyediakan turbin angin dan akan bertanggung jawab atas kontrak rekayasa, pengadaan dan konstruksi, sedangkan perusahaan "TSK" akan bertanggung jawab untuk membangun sisa proyek.. Dan perusahaan "Al-Babtain" akan menyediakan stasiun cabang dan solusi tingkat tinggi.

Stasiun Dumat Al-Jandal dianggap yang pertama dari jenisnya di Kerajaan Arab Saudi dan terbesar di Timur Tengah. Konstruksi dimulai Agustus lalu dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2022.

Pabrik Dumat Al-Jandal, setelah menyelesaikan proses konstruksi, akan menghasilkan energi yang cukup untuk sekitar 70.000 rumah di Arab Saudi, sementara proyek akan berkontribusi untuk menghindari emisi 988.000 ton karbon dioksida per tahun.

Kantor Pengembangan Proyek Energi Terbarukan, yang berafiliasi dengan Kementerian Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral di Kerajaan Arab Saudi, mengumumkan pada Januari tahun lalu bahwa koalisi yang dipimpin oleh "ADF Renault" dan "Masdar" telah memenangkan pengembangan pabrik senilai 500 juta dolar, setelah memberikan harga kompetitif 21,3 dolar per megawatt hour / diikuti dengan penyesuaian tarif menjadi 19,9 dolar per megawatt hour pada penutupan keuangan, itu menjadikan stasiun Dumat Al-Jandal yang paling hemat biaya di dunia.

Pembangkit listrik tenaga angin Dumat Al-Jandal akan menyediakan tenaga listrik sesuai dengan perjanjian, akan membeli energi selama 20 tahun dengan perusahaan Saudi Energy Purchase, yang merupakan anak perusahaan Saudi Electricity Company, badan yang bertanggung jawab untuk menghasilkan dan mendistribusikan energi di Kerajaan.

Usama Abdul Wahab Khondana, CEO Perusahaan Pembelian Energi Saudi / Pembeli Utama / salah satu anak perusahaan "Saudi Electricity" mengatakan: "Kami senang dengan kedatangan 20 turbin angin untuk proyek energi angin Dumat Al-Jandal, kami mengucapkan selamat kepada koalisi pemenang untuk pengembangan proyek, atas upayanya dalam membangun stasiun untuk mencapai operasi komersial pada waktu yang telah ditetapkan."

Dia menekankan bahwa pengembangan proyek Dumat Al-Jandal, yang merupakan proyek pertama yang menghasilkan listrik dari energi angin sebesar ini, merupakan salah satu proyek Program Energi Terbarukan Nasional yang berasal dari "King Salman Renewable Energy Initiative" yang bertujuan untuk meningkatkan kelanjutan dalam sektor energi terbarukan dari total sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik di Kerajaan, sebagaimana proyek ini juga dianggap terbesar dari jenisnya di kawasan.

Dia menambahkan: "Keberhasilan ini mencerminkan hubungan baik kemitraan kami di sektor investasi swasta, yang memungkinkan kami untuk mengambil langkah penting dalam mendiversifikasi campuran produksi dan mendorong sektor swasta dalam mereaslisasikan visi Kerajaan 2030, di mana energi angin sekarang merupakan solusi yang efektif secara ekonomi di sektor energi terbarukan, juga menjalankan kewajiban untuk pengurangan karbon. Proyek ini merupakan langkah lain menuju pencapaian aspirasi visi 2030, yang bertujuan untuk mencapai peningkatan yang signifikan dalam kontribusi energi terbarukan dalam campuran energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik di Kerajaan pada tahun 2030.

Sementara itu, Muhammad Jamil Al-Ramahi, CEO Masdar, membenarkan bahwa kedatangan tahap pertama turbin angin adalah kemajuan penting dalam operasi yang sedang berlangsung untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin Dumat Al-Jandal, dan langkah penting dalam kerangka program Kerajaan Arab Saudi untuk mengembangkan sektor energi terbarukan, di mana kami berkomitmen untuk mendukung mitra kami di Arab Saudi untuk menggapai misi ambisius ini.

Dia menambahkan: "Selain menjadi stasiun energi angin terbesar di kawasan, sekaligus yang paling hemat biaya di dunia, pembangkit tenaga angin Dumat Al-Jandal bertujuan untuk menghadirkan dampak positif kepada masyarakat setempat, dengan menarik keterampilan dan mengandalkan bahan-bahan lokal, juga mendukung penyediaan peluang bisnis dan pekerjaan di pasar Saudi, selain mempercepat proses pertukaran pengalaman dan pengetahuan.

Sementara itu, Frederick Belloy, Wakil Presiden Eksekutif Bisnis Internasional di "ADF Reynobles" berkata: "Kami sangat senang menjadi mitra dalam mencapai misi penting ini, ditandai dengan penyerahan turbin angin pertama untuk membangun pembangkit listrik tenaga angin di tingkat fasilitas layanan di Kerajaan Arab Saudi, salah satu upaya kerajaan untuk mentransformasi bidang energi, ini nantinya akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin terbesar di Timur Tengah, berkat kerja sama berbagai lembaga."

Muhammad Buzid, Manager Utama Vestas untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, menekankan bahwa Vestas berkomitmen untuk memimpin transformasi di sektor energi global, juga mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ... Beliau menyatakan bahwa perusahaan dengan pengalaman 40 tahun di bidang energi angin, dan berpartisipasi dalam proyek-proyek dengan kapasitas energi Total 115 MW menjadi solusi terdepan untuk melayani pelanggannya dan mendukung kawasan untuk mencapai transisi menuju sistem energi terdesentralisasi dan tanpa karbon.

Buzid menyatakan kebahagiaannya dengan kontribusi Vistas untuk mencapai visi dan keberhasilan Kerajaan, dan aspirasinya untuk mengokohkan posisi perusahaan di pasar kerajaan dan mendukungnya di tahun-tahun yang akan datang.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302858954

WAM/Indonesian