Selasa 29 September 2020 - 7:02:21 pm

CEO Masdar: Kepemimpinan Kami yang Bijak telah Menyadari bahwa Perubahan Iklim adalah Tantangan yang Membutuhkan Langkah Serius dan Inovatif


HANOVER, 6 SEPTEMBER, / WAM / Muhammad Jamil Al-Ramahi, CEO dari Perusahaan Energi Masa Depan Abu Dhabi "Masdar", menegaskan bahwa perubahan iklim adalah tantangan yang tidak akan dapat kami atasi tanpa mengambil langkah perubahan yang serius dan jangka panjang di tingkat sosial dan ekonomi, dan hal itu merupakan sebuah fakta yang telah disadari sejak lama oleh kepemimpinan Uni Emirat Arab yang bijak.

Al-Ramahi menambahkan dalam pidatonya di KTT Industri dan Manufaktur Global dengan judul "Energi Masa Depan: Waktu untuk Energi Bersih". Epidemi COVID-19 telah menjadikan tantangan perubahan iklim dalam fokus perhatian global, karena epidemic tersebut telah menyebabkan lambatnya kegiatan ekonomi dan sosial global serta aspek negatif lainnya sebagai dampak dari epidemic ini. Oleh karena itu kami menekankan perlunya lebih banyak investasi untuk mengurangi emisi karbon di semua sektor ekonomi, untuk berkontribusi pada upaya global yang bertujuan membatasi kenaikan suhu planet kita lebih dari dua derajat Celcius di atas tingkat pra-industri. Investasi dalam energi terbarukan telah meningkat lebih dari $ 300 miliar setiap tahun.

"Dengan inovasi teknologi yang menjadi ciri dari aplikasi yang luas dan kemampuan untuk mengurangi biaya, energi terbarukan akan menemukan jalannya kepada lebih banyak produk, layanan, dan solusi .. dan Pembangkit energi bersih akan menjadi terdesentralisasi dan lebih dapat didistribusikan - dan hal ini akan menyediakan lebih banyak pekerjaan yang bernilai tinggi".

Al-Ramahi menjelaskan bahwa terkait upaya menghasilkan energi terbarukan dalam jumlah besar dan dengan biaya yang kompetitif kemungkinan besar akan meningkatkan peluang penyebaran jenis bahan bakar bersih lainnya, terutama hidrogen - bahan bakar yang telah menarik minat kami di Masdar selama dekade terakhir untuk digunakan dalam menghasilkan, menyimpan, dan mengangkut energi. Namun, jalur transisi menuju ekonomi rendah karbon tidak selalu merupakan jalur yang stabil, dan teknologi perintis juga tidak akan tercapai dengan sendirinya.

Dia menekankan bahwa fleksibilitas yang menjadi ciri sektor energi terbarukan global adalah karena komitmen yang teguh dari negara-negara seperti UEA untuk sektor ini dan ketentuan peraturan dan kondisi komersial yang diperlukan untuk mendukung pengembangan teknologi berkelanjutan.

Al-Ramahi menyatakan bahwa mencapai masa depan yang berkelanjutan untuk semua akan sangat bergantung pada perubahan budaya yang konsisten, yang juga bergantung pada kebijakan pemerintah yang mendukung novasi dalam kebijakan stimulus fiskal. Di antara perubahan terpenting yang kita saksikan sejak berdirinya Masdar hampir 15 tahun yang lalu adalah pergeseran yang jelas dalam sikap publik terhadap perubahan Iklim di Timur Tengah, terutama di kalangan kaum muda - yang dalam banyak kasus telah berubah dari acuh tak acuh pada perubahan iklim, menjadi pelopor dalam keberlanjutan.

Dia menjelaskan bahwa perubahan mentalitas publik saat ini memengaruhi praktik komersial, perilaku sosial, pola konsumsi, dan bahkan kerangka peraturan kami.

Sebagai contoh, adopsi "Pedoman Keuangan Berkelanjutan" oleh sekelompok lembaga keuangan terkemuka di UEA pada ibu kota Abu Dhabi awal tahun ini merupakan indikasi yang jelas dari keinginan semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam memerangi perubahan iklim.

Al-Ramahi mengatakan: "Kita harus terus membangun konsensus luas ini di UEA dan semua negara di dunia untuk memastikan pencapaian tujuan keberlanjutan, dan berupaya melakukan pemulihan dari epidemi COVID-19, dan kita juga harus mengingat bahwa saat ini kita sedang menghadapi tantangan yang jauh lebih penting, yaitu perubahan iklim".

Penerjemah: A. Mubarak http://wam.ae/ar/details/1395302867855

WAM/Indonesian