Selasa 29 September 2020 - 5:37:40 pm

Belhaif Al-Nuaimi Memimpin Pertemuan Ke-22 Dewan Menteri Penanggung Jawab Lingkungan di Negara-negara GCC

  • بلحيف النعيمي يترأس الاجتماع الـ 22 لمجلس الوزراء المسؤولين عن شؤون البيئة بدول التعاون
  • بلحيف النعيمي يترأس الاجتماع الـ 22 لمجلس الوزراء المسؤولين عن شؤون البيئة بدول التعاون

Dubai, 8 September (WAM) - UEA, diwakili oleh Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan, menjadi tuan rumah pertemuan virtual ke-22 Dewan Menteri Penanggung Jawab Lingkungan di Negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yang diselenggarakan di bawah arahan Yang Mulia Dr. Abdullah bin Muhammad Belhaif Al-Nuaimi, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan, dan dihadiri oleh Yang Mulia para Menteri yang bertanggung jawab atas urusan lingkungan di negara-negara GCC.

Pertemuan tersebut mengulas sejumlah topik yang menjadi agenda, termasuk adopsi "Arahan Lingkungan Negara-negara Dewan Kerjasama tahun 2020, keperluan untuk situasi lingkungan saat Ini," Laporan Sekretariat Jenderal tentang Upaya Negara-negara Anggota untuk Menghadapi Pandemi Covid-19, dan Mekanisme Koordinasi dan Implementasi Pandangan yang tertuang dalam Laporan Dewan Penasehat Majlis Tinggi mempersiapkan strategi komprehensif untuk kerja sama lingkungan di antara negara-negara Dewan Kerjasama Teluk.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai rencana strategis Dewan Menteri yang bertanggung jawab untuk urusan lingkungan dan hasil rapat Dewan yang bersumber dari strategi, pertemuan-pertemuan Ozone Working Group, dan implementasi draft kesepakatan kerja sama dengan PBB untuk urusan lingkungan, selain mereview hasil pertemuan ke-18 Dewan tentang kesepakatan pelestarian satwa liar dan habitat aslinya di negara-negara GCC, perkembangan di portal lingkungan Teluk, dan upaya kerja sama internasional dan dialog strategis.

Dalam pidato pembukaannya, Yang Mulia Dr. Abdullah Belhaif Al-Nuaimi menekankan bahwa pertemuan yang diadakan dalam keadaan sulit dan luar biasa ini, membebankan lebih banyak koordinasi dan kerja sama kepada negara-negara GCC, menyerukan perlunya mendorong integrasi dimensi lingkungan dan iklim dalam rencana pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara-negara GCC dan mengubahnya menjadi rencana hijau. Untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, dan untuk menghindari lebih banyak risiko di masa depan yang mengancam kita, baik dalam bentuk epidemi serupa, maupun dalam bentuk risiko lingkungan lintas batas seperti perubahan iklim.

Ia menambahkan, tahap setelah Covid-19 membutuhkan percepatan terkait pelaksanaan arahan lingkungan bagi negara-negara GCC 2020, strategi komprehensif untuk kerja sama lingkungan di antara negara-negara GCC, upaya terkait implementasi rencana strategis Dewan Menteri Penanggung Jawab Lingkungan, Proyek-proyek Gerakan Penghijauan Teluk ... dan proyek lainnya yang diperlukan.

Ia menyatakan bahwa perjalanan kerja sama yang diluncurkan dari ibu kota Abu Dhabi empat dekade lalu, membantu mencapai banyak target penting di tingkat lingkungan di negara-negara GCC, dan memperkuat kehadirannya sebagai entitas yang aktif di forum internasional, menyerukan perlunya terus memperkuat kerja sama ini sesuai arahan bijak kepemimpinan. Rasionalisasi negara-negara GCC untuk mencapai target yang ditujukan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan guna memastikan masa depan yang lebih baik bagi kawasan kita, dunia, dan generasi kita mendatang.

Di akhir pertemuan, Dewan berterima kasih dan mengapresiasi UEA atas pengelolaan pertemuan tersebut, dan memuji upaya yang diambil oleh kementerian dan badan yang peduli lingkungan di negara-negara GCC untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Dia menyerukan untuk mengambil langkah dan kebijakan yang diperlukan untuk mengimplementasikan arahan lingkungan bagi negara-negara GCC 2020, dan menyiapkan program kerja di masa depan untuk menerapkannya dengan partisipasi organisasi regional dan internasional, dan memasukkannya ke dalam rencana implementasi strategi menteri yang bertanggung jawab untuk urusan lingkungan.

Pertemuan tersebut juga menyetujui penugasan tim teknis dari kementerian dan lembaga terkait di bidang lingkungan untuk berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan bea cukai di Sekretariat Jenderal untuk menindaklanjuti pelaksanaan lingkungan terkait keputusan Majelis Agung tentang larangan non-pabean, dan menetapkan jadwal tertentu untuk pelaksanaan sesuai dengan pedoman untuk pembersihan barang asing standar di titik masuk pertama dalam serikat pabean negara-negara GCC sesuai dengan persyaratan serikat pabean, dan menugaskan tim ozon di negara-negara GCC untuk menyelesaikan tugasnya selama periode mendatang untuk mengikuti perkembangan Protokol Montreal dan menyiapkan draf awal untuk mengubah sistem standar untuk zat yang menguras lapisan ozon sesuai dengan perkembangan yang terkait dengan Konvensi Wina untuk Perlindungan Lapisan Ozon dan Protokol Montreal.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302868325

WAM/Indonesian