Selasa 29 September 2020 - 7:04:17 pm

UEA merayakan "Hari Literasi" dan Melahirkan Beberapa Inisiatif yang Menginspirasi di Tingkat Arab


ABU DHABI, 7 September, / WAM / Selama beberapa dekade terakhir, UEA telah mengalami pencapaian fantastis di sektor pendidikan yang memungkinkannya untuk hampir menghilangkan buta huruf secara lokal, dan berkontribusi untuk mengatasi masalah pendidikan di banyak negara Arab, yang mengarah pada persaingan global di bidang ilmiah dan pengetahuan, yang menjadikan UEA ahli di bidang ruang dan energi terbarukan dan banyak disiplin ilmu langka lainnya.

Selain itu, UEA meluncurkan banyak program inisatif dan proyek untuk mendukung upaya memerangi buta aksara di kawasan Arab, dimana program tersebut mulai diberlakukan di Yaman dan Palestina, serta kamp pengungsi, dan telah berkontribusi dalam meningkatkan pendidikan dan memerangi buta aksara.

Besok, UEA akan berpartisipasi dalam perayaan Hari Literasi Internasional di dunia, yang jatuh pada 8 September setiap tahunnya, dimana UEA telah berhasil membangun masyarakat yang berbudaya dan sadar bahwa semua anggotanya dapat menikmati hak atas pendidikan sesuai dengan standar internasional tertinggi, dan telah berhasil memerangi buta huruf di tingkat Arab dan internasional melalui banyak inisiatif dan kontribusi yang konstruktif.

Inisiatif dan bantuan material yang diberikan oleh UEA kepada organisasi internasional terkait dan pemerintah negara-negara yang menampung para pengungsi telah berkontribusi untuk mengurangi krisis pendidikan dan kesempatan belajar bagi para pengungsi.

Adapun pada Januari lalu di Yaman, UEA telah meluncurkan proyek tahap kedua untuk mendirikan tiga pusat literasi dan pendidikan tingkat orang dewasa serta tiga pusat hafalan Al-Qur'an di distrik Al-His, Al-Tuhayat dan Al-Khokha di Yaman. Selain upaya kemanusiaan lainnya yaitu membangun dan memelihara puluhan sekolah, institut dan universitas, serta memberikan sumbangan gaji bagi tenaga kependidikan.

Nilai bantuan yang diberikan UEA di bidang pendidikan dalam menanggapi krisis Suriah dan mereka yang terkena dampak selama periode 2012 hingga Januari 2019 berjumlah sekitar 190,1 juta dirham.

Adapun untuk Palestina, UEA adalah salah satu negara terpenting yang mendukung upaya yang dilakukan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) untuk membantunya melaksanakan program pendidikan bagi siswa laki-laki dan perempuan dan memastikan bahwa mereka memperoleh hak-hak mereka terhadap pendidikan.

Menurut "UNRWA", sektor pendidikan memperoleh lebih dari 80% nilai dukungan Emirat kepada badan tersebut selama periode 2014 hingga 2019, yang berjumlah lebih dari $ 164 juta.

Sejak serikatnya diumumkan pada 2 Desember 1972, kepemimpinan Emirat telah mengambil tanggung jawab sendiri untuk menyebarkan pengetahuan dan memerangi buta huruf dalam tujuan strategisnya yaitu "pendidikan adalah hak untuk semua". Oleh karena itu, mereka berupaya membuka sekolah-sekolah di seluruh negeri, pusat literasi dan pendidikan orang dewasa, asosiasi kemajuan perempuan dan asosiasi pengembangan sosial di berbagai wilayah, dengan tujuan untuk memberantas buta huruf, dengan langkah-langkah percaya diri dan pencapaian luar biasa di bidang ini.

UEA berada di garis terdepan terkait sejumlah indikator kompetitif di sektor pendidikan, karena menduduki peringkat pertama di dunia dalam indeks tingkat kelulusan sekolah dasar, dan indeks tertinggi tingkat retensi hingga kelas terakhir sekolah menengah.

UEA menjamin hak atas pendidikan bagi semua warganya, karena menanggung semua anggaran dana pembelanjaan untuk mereka di semua sekolah dan lembaga pendidikan pemerintah, dan undang-undang yang mengatur pendidikan wajib sampai tahap menengah, dan mewajibkan mereka yang bertanggung jawab merawat anak untuk mengikuti keteraturan dan kontinuitasnya dalam pendidikan, sesuai dengan tanggal yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

UEA membawa obor pengetahuan dan memerangi buta huruf, dan di antara inisiatif perintis yang dipimpinnya di bidang ini adalah Tantangan Literasi, yang diumumkan oleh Yang Mulia Syeikh Muhammad bin Rasyid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri dan Penguasa Dubai, pada tahun 2017, Dengan tujuan mendidik 30 juta anak dan remaja Arab pada tahun 2030, adapun program "Reading Nation Initiative", yang mendistribusikan 5 juta buku di 15 negara, dan program "Tantangan Membaca Arab", untuk mendorong kegiatan membaca di dunia Arab melalui komitmen lebih dari satu juta siswa untuk membaca 50 juta Buku per tahun.

The Literacy Challenge Forum, yang diselenggarakan oleh "Muhammad bin Rasyid Al Maktoum Knowledge Foundation" dalam sesi pertamanya, pada 24 dan 25 Februari, di Dubai, bekerja sama dengan United Nations Development Program dan UNESCO, membahas sumbu paling menonjol dari fenomena buta huruf di dunia Arab, serta langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkannya dan solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah tersebut.

Penerjemah: A. Mubarak http://wam.ae/ar/details/1395302868011

WAM/Indonesian