Sabtu 26 September 2020 - 8:07:44 pm

Universitas Inteligensi Buatan Muhammad bin Zayed Menandatangani Nota Kesepakatan dengan Weizmann Institute of Science untuk Berkolaborasi dalam Penelitian Kecerdasan Buatan

  • جامعة محمد بن زايد للذكاء الاصطناعي توقع مذكرة تفاهم مع معهد وايزمان للعلوم للتعاون في أبحاث الذكاء الاصطناعي
  • جامعة محمد بن زايد للذكاء الاصطناعي توقع مذكرة تفاهم مع معهد وايزمان للعلوم للتعاون في أبحاث الذكاء الاصطناعي
  • جامعة محمد بن زايد للذكاء الاصطناعي توقع مذكرة تفاهم مع معهد وايزمان للعلوم للتعاون في أبحاث الذكاء الاصطناعي

-Perjanjian pertama dari jenisnya antara dua institusi studi tinggi dari UEA dan Israel.

ABU DHABI, 13 September (WAM) Universitas Inteligensi Buatan Muhammad bin Zayed, universitas pertama di dunia untuk studi pascasarjana spesialis penelitian kecerdasan buatan, menandatangani nota kesepahaman dengan "Weizmann Institute of Science", di mana kedua institusi akademik tersebut akan bekerja sama dalam sejumlah bidang dengan tujuan mengembangkan dan menggunakan kecerdasan buatan sebagai sarana untuk mencapai kemajuan dan pertumbuhan.

MoU ini merupakan kesepakatan pertama antara dua institusi studi tinggi dari UEA dan Negara Israel, dan mencakup berbagai peluang kerja sama antara kedua institusi seperti program pertukaran pelajar dan beasiswa pasca-doktoral, mengadakan konferensi dan seminar ilmiah, dan berbagai bentuk pertukaran antar peneliti, selain untuk berbagi sumber daya komputasi dan pembentukan lembaga virtual bersama untuk kecerdasan buatan.

Memorandum ini muncul setelah pengumuman perjanjian damai bersejarah yang bertujuan membangun hubungan normal antara UEA dan Israel. Pencapaian diplomasi ini akan mengarah pada kerja sama antara kedua negara di bidang investasi, pariwisata, penerbangan langsung, keamanan, komunikasi, teknologi, energi, kesehatan, budaya, lingkungan, dan pembentukan kedutaan bersama serta bidang kepentingan bersama lainnya.

Upacara penandatanganan MoU dilakukan secara virtual di internet, ditandatangani oleh Yang Mulia Dr. Sultan bin Ahmad Al-Jabir, Menteri Perindustrian dan Teknologi Maju dan Ketua Dewan Pengawas Universitas Inteligensi Buatan Muhammad Bin Zayed, dan Profesor Alon Chen, Pimpinan Institut Sains Weizmann; Selain pejabat dari kedua institusi tersebut.

Pada kesempatan ini, Yang Mulia Dr. Sultan Ahmad Al-Jabir mengatakan: "Berdasarkan peran terdepannya, Universitas Inteligensi Buatan Muhammad bin Zayed berupaya untuk menjalin kemitraan yang efektif dengan lembaga akademis dan ilmiah terkemuka untuk meningkatkan kerja sama ilmiah dan memperluas cakrawala inovasi teknologi. Kami sangat senang menyambut kerja sama dengan lembaga akademis terkemuka seperti Institut Weizmann Science, sebagai nota kesepahaman berkontribusi untuk meningkatkan keahlian kedua institusi dan mengembangkan serta menggunakan kemampuan kecerdasan buatan dalam mengatasi tantangan global yang mendesak, seperti pandemi 'Covid-19', perubahan iklim, dan lainnya."

Sementara itu, Profesor Alon Chen berkata, "Kami senang memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan institusi akademis terkemuka seperti Universitas Inteligensi Buatan Muhammad bin Zayed dengan tujuan mengembangkan bidang kecerdasan buatan. Sebagai ahli saraf, saya percaya bahwa Inteligensi Buatan adalah perpanjangan dalam dunia digital dari kekuatan dan kompleksitas otak manusia, dan itu akan berdampak pada kehidupan kita, kesehatan kita, dan bahkan pada ekonomi global. Dikatakan bahwa sains tidak mengenal batas, dan saya sangat berharap kerja sama antar ilmuwan di kawasan ini menjadi contoh cemerlang dari ungkapan ini, dan mengangkat cakrawala pengetahuan manusia ke tingkat yang baru."

Hubungan kerja sama ini berkontribusi dalam pengembangan proyek unggulan Weizmann Institute, "Proyek Kecerdasan Buatan untuk Penemuan Ilmiah" yang dibangun di atas kepemimpinan lembaga dalam matematika dan ilmu komputer, dan mengaktifkan peran teknologi kecerdasan buatan dalam mempercepat akuisisi pengetahuan di bidang kaya data seperti biomedis, penelitian lingkungan, kimia, strofisika, pendidikan, dan lainnya.

Universitas Inteligensi Buatan Muhammad bin Zayed didirikan di Abu Dhabi pada tahun 2019, dan merupakan universitas pascasarjana pertama di dunia yang berspesialisasi dalam penelitian kecerdasan buatan. Universitas menawarkan program MSc dan PhD dalam visi komputer, pembelajaran mesin, dan pemrosesan bahasa alami. Universitas Inteligensi Buatan Muhammad bin Zayed, yang dijadwalkan akan memulai tahun akademik pertamanya pada Januari 2021, mengadopsi model baru untuk studi akademis dan penelitian kecerdasan buatan dengan memberi mahasiswa dan anggota fakultas akses ke sistem kecerdasan buatan tercanggih di dunia, dengan tujuan menginvestasikan potensi teknologi ini untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial.

Institut Sains Weizmann, yang berbasis di Rehovot, Israel, dianggap sebagai salah satu lembaga penelitian multidisiplin terbaik di dunia, dan memberikan gelar master dan doktoral di lima perguruan tinggi. Institut ini terkenal dengan penelitian ekstensifnya di bidang ilmu alam dan eksakta, dan para ilmuwannya mengembangkan penelitian lanjutan tentang otak manusia, kecerdasan buatan, ilmu komputer dan pengkodean, astrofisika, dan fisika partikel. Mereka juga bekerja untuk mengobati penyakit seperti kanker dan membantu mengatasi dampak perubahan iklim melalui ilmu lingkungan, lautan, tumbuhan, dan banyak lagi.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302869347

WAM/Indonesian