Sabtu 26 September 2020 - 7:30:01 pm

UEA Menegaskan Komitmennya untuk Mendukung Hak-Hak Anak di Tingkat Internasional


NEW YORK, 13 September, WAM / Uni Emirat Arab memanfaatkan kesempatan untuk mengadakan diskusi terbuka kepada Dewan Keamanan tentang "Anak dan Konflik Bersenjata: Serangan terhadap Sekolah sebagai Pelanggaran Berat Hak Anak", dimana diskusi tersebut dilakukan untuk menegaskan komitmen UEA untuk terus mendukung hak-hak anak di seluruh dunia, terutama di daerah konflik, termasuk dalam hal ini akan mendukung perlindungan sekolah, pencegahan pelanggaran berat, perlindungan hak atas pendidikan, dan pemberian kesempatan bagi kelompok rentan untuk mewujudkan aspirasi mereka untuk pembangunan dan pertumbuhan.

Dalam sebuah pernyataan, UEA mengutuk serangan terhadap sekolah sebagai pelanggaran berat hak anak, dan menekankan komitmennya untuk menerapkan resolusi Dewan Keamanan yang bertujuan mengurangi dampak konflik bersenjata pada anak-anak.

UEA mengatakan dalam pernyataannya: "Pandemi COVID-19 telah menunjukkan peran penting yang dimainkan oleh guru dan sekolah secara umum di seluruh dunia, peran yang semakin penting bagi anak-anak yang tinggal di daerah konflik. Sekolah bukan hanya fasilitas sipil yang harus dilindungi oleh hukum internasional, akan tetapi merupakan komponen fundamental dari tatanan masyarakat yang terkoyak oleh konflik. Ini adalah tempat di mana anak-anak melihat ke masa depan yang cerah dengan harapan mempelajari keterampilan yang diperlukan dan mencari peluang baru".

UEA juga menunjukkan ketertarikannya yang konstan untuk memberikan prioritas untuk melindungi pendidikan sebagai elemen penting dalam peningkatan seluruh masyarakat, di mana total sumbangan UEA untuk mendukung proyek pendidikan di seluruh dunia mencapai 1,55 miliar USD, termasuk sumbangan sebesar 284,4 juta USD untuk daerah yang terkena krisis. UEA bekerja sama dengan UNICEF dan mitra lainnya Sejak 2017 untuk mendukung pendidikan 20 juta anak di 59 negara, termasuk membangun kembali 16 sekolah di Mosul dan Baghdad selama setahun terakhir.

Dalam pernyataannya, UEA mengungkapkan keprihatinannya yang besar tentang tingginya tingkat pelanggaran berat yang dilakukan terhadap anak-anak selama 2019, dan meningkatnya jumlah serangan terverifikasi terhadap sekolah, karena sekolah masih menjadi sasaran, dimana membahayakan nyawa guru dan siswa, dan kelompok teroris dan bersenjata sering melakukan terror dan menargetkan sekolah dan guru untuk menyebarkan ketakutan di hati penduduk, menyebarkan ideologi ekstremis mereka, mengganggu sistem pendidikan, merekrut anak-anak secara paksa, mencegah pengajaran konsep-konsep dasar seperti toleransi dan hidup berdampingan, serta merusak kesempatan pendidikan anak perempuan. Oleh karena itu UEA menegaskan perlunya meminta pertanggungjawaban para pelaku pelanggaran berat ini.

Dalam pernyataannya, UEA menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan mitra lainnya dalam Koalisi untuk Mendukung Legitimasi di Yaman untuk mengambil langkah-langkah konkrit guna mendukung implementasi resolusi Dewan Keamanan terkait, yang mencakup pembentukan Unit Perlindungan Anak, dan penandatanganan nota kesepahaman dengan Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal untuk Anak dan Konflik Bersenjata. Dan mendesak Negara Anggota lainnya untuk memperbarui komitmen mereka untuk melaksanakan resolusi Dewan Keamanan yang relevan.

Penerjemah: A. Mubarak http://wam.ae/ar/details/1395302869353

WAM/Indonesian