Sabtu 26 September 2020 - 7:01:42 pm

Pidato Abdullah bin Zayed saat Upacara Penandatanganan Perjanjian Damai dengan Negara Israel

  • كلمة عبدالله بن زايد خلال مراسم توقيع معاهدة السلام مع دولة إسرائيل
  • توقيع " معاهدة السلام " بين الإمارات و إسرائيل و " إعلان دعم السلام " بين البحرين و إسرائيل
  • كلمة عبدالله بن زايد خلال مراسم توقيع معاهدة السلام مع دولة إسرائيل
Video Gambar

WASHINGTON, 15 September (WAM) - Yang Mulia Syeikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, menegaskan bahwa perdamaian membutuhkan keberanian, dan masa depan membutuhkan pengetahuan, dan kemajuan bangsa membutuhkan ketulusan dan ketekunan.

Yang Mulia berkata: "Kami datang hari ini untuk memberi tahu dunia bahwa ini adalah langkah kami ... dan perdamaian adalah prinsip kami ... dan siapa pun yang memulai dengan benar, prestasinya akan cemerlang."

Ini disampaikan dalam pidatonya selama upacara penandatanganan perjanjian damai antara UEA dan Negara Israel di Gedung Putih hari ini, teks pidatonya berikut ini.

Yang Mulia Presiden AS Donald Trump, Yang Mulia Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, para tamu yang terhormat, salam sejahtera, saya senang menyampaikan kepada Anda salam dari pemimpin dan rakyat Uni Emirat Arab, dan saya secara khusus menyebut Yang Mulia Syeikh Muhammad bin Zayed Al Nahyan.

Hari ini saya berdiri mengulurkan tangan perdamaian, dan menerima tangan perdamaian Dan dalam agama kami, kami berkata: "Ya Allah, Engkau adalah Al-Salam, dan dari Engkaulah salam (damai)."

Mencari perdamaian adalah prinsip yang sejati, tetapi prinsip-prinsip itu benar-benar terwujud ketika diterjemahkan menjadi tindakan.

Hari ini kita menyaksikan tindakan yang akan mengubah wajah Timur Tengah, dan membangkitkan harapan di seluruh dunia.

Inisiatif ini tidak akan mungkin terjadi tanpa upaya Yang Mulia Presiden AS Donald Trump, dan timnya, yang berusaha dengan tekun dan tulus, untuk sampai ke sini, dan khususnya kolega saya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Jared Kushner, penasihat senior Presiden AS, dan semua orang yang setia pada prinsip perdamaian di Amerika Serikat, yang telah berupaya untuk mencapai pencapaian yang luar biasa ini, terima kasih.

Saya juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Negara Israel, Benjamin Netanyahu, karena telah menghentikan aneksasi tanah Palestina, yang mendukung kehendak bersama untuk mencapai masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Hadirin sekalian ,,, Kami menyaksikan hari ini sebuah pemikiran baru yang akan menciptakan jalan yang lebih baik untuk kawasan Timur Tengah, perjanjian damai ini merupakan pencapaian bersejarah bagi Amerika Serikat, Negara Israel dan Uni Emirat Arab, dampak positifnya tidak akan terhenti, melainkan kami percaya bahwa buahnya akan tercermin di seluruh kawasan. Setiap pilihan selain perdamaian akan berarti kehancuran, kemiskinan dan penderitaan manusia.

Visi baru yang mulai terbentuk dari pertemuan kita hari ini, untuk masa depan kawasan yang penuh energi muda, bukanlah slogan yang kita angkat untuk kepentingan politik, karena semua orang bercita-cita untuk menciptakan masa depan yang lebih stabil, sejahtera, dan terjamin.

Pada saat ilmu pengetahuan berkembang, para pemuda di kawasan ini bercita-cita untuk menjadi bagian dari gerakan manusia yang hebat ini, dan betapa senangnya kami bahwa UEA menjadi bagian dari momentum menuju stabilitas dan pertumbuhan potensi manusia, menuju peradaban baru yang membuka pintu peluang lebar untuk kepentingan mereka yang mencintai perdamaian, kemakmuran, dan masa depan.

Masyarakat kita saat ini memiliki elemen pembangunan manusia modern, termasuk infrastruktur, ekonomi yang kokoh, dan pencapaian ilmiah yang membuat mereka memenuhi syarat untuk memajukan masa depan Timur Tengah.

Bapak Presiden ,,, UEA percaya bahwa peran Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah adalah positif, dan buktinya adalah perjanjian yang kami tandatangani hari ini di Gedung Putih, dan yang telah Anda pimpin, akan tercatat dalam sejarah manusia menjadi mercusuar bagi semua pecinta perdamaian.

Bagi kami di UEA, perjanjian ini akan memungkinkan kami untuk lebih berada dekat dengan rakyat Palestina, dan mewujudkan harapan mereka untuk negara merdeka dalam wilayah yang stabil dan makmur.

Perjanjian ini dibangun di atas perjanjian damai yang ditandatangani Arab dengan Negara Israel.

Karena tujuan dari perjanjian ini adalah untuk mewujudkan stabilitas dan pembangunan berkelanjutan.

Hadirin sekalian,, di tahun yang sulit bagi dunia yang menderita akibat epidemi Covid-19 ini, UEA telah memperkuat komitmennya terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan yang ditetapkan oleh pendiri Syeikh Zayed, yang mengajarkan kami untuk berdiri di sisi yang lain, terlepas dari agama atau etnisnya, adalah tugas kemanusiaan dan itu adalah prinsip yang kuat.

Pada masa sulit ini, UEA mampu meluncurkan "Misbar" wahana ke Mars.

Sebenarnya "Misbar Al-Amal" wahana harapan mewakili harapan bahwa wilayah kami mampu bangkit dan maju jika negara-negara dan rakyatnya memiliki ilmu pengetahuan.

Setelah UEA mengirim astronot Hazza Al-Mansoori tahun lalu ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dan meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Damai, perjanjian ini membuka prospek yang lebih luas untuk perdamaian yang menyeluruh di kawasan.

Hadirin sekalian ,,, perdamaian membutuhkan keberanian, membentuk masa depan membutuhkan ilmu, dan kemajuan bangsa membutuhkan ketulusan dan ketekunan.

Kami datang hari ini untuk memberi tahu dunia bahwa ini adalah langkah kami, dan perdamaian adalah prinsip kami, dan siapa pun yang awalnya benar, prestasinya akan cemerlang, denga izin Allah."

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302870195

WAM/Indonesian