Sabtu 26 September 2020 - 4:28:31 am

Bin Touq Menyoroti Prospek Ekonomi dan Investasi Berkat Penandatanganan Perjanjian Damai


WASHINGTON, 15 September (WAM) - Yang Mulia Abdullah bin Touq Al-Marri, Menteri Ekonomi, menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian damai antara Uni Emirat Arab dan Israel akan membuka cakrawala baru bagi kerja sama ekonomi kedua negara untuk melayani kepentingan bersama dan memperkuat fondasi bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat kawasan.

Yang Mulia juga menekankan pentingnya implikasi ekonomi dari penandatanganan perjanjian tersebut berdasarkan perannya dalam mendorong kerja sama perdagangan dan investasi di berbagai bidang antara UEA dan Israel, serta di tingkat regional.

Yang Mulia menyoroti peluang baru yang tersedia di tingkat bisnis dan sektor terpenting untuk kerja sama antara kedua negara pada tahap berikutnya, beliau menjelaskan: "Kami memiliki peluang yang menjanjikan untuk kerja sama di sektor-sektor vital yang membantu agenda pembangunan ekonomi kedua negara di masa depan, terutama kedokteran, energi, ilmu kehidupan, ketahanan pangan, jasa keuangan, pariwisata dan perjalanan. Selain bidang antariksa, pertahanan, keamanan, serta penelitian dan pengembangan."

Hal ini disampaikan saat Yang Mulia berpartisipasi dalam simposium bersama virtual yang diselenggarakan hari ini oleh "Dewan Bisnis Amerika-Emirat" dan "Inisiatif Bisnis Amerika-Israel dari Kamar Dagang Amerika", dengan dukungan dari "Kantor Komersial Kedutaan Besar UEA di Washington."

Simposium diadakan di sela-sela partisipasi Yang Mulia Bin Touq yang merupakan bagian dari delegasi UEA yang mengunjungi Amerika Serikat untuk secara resmi menandatangani perjanjian damai, di mana hubungan antara UEA dan Israel akan dinormalisasi, sehingga UEA menjadi negara Arab ketiga dan negara Teluk pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Simposium dihadiri oleh lebih dari 500 anggota dari dewan bisnis dan perusahaan serta kamar dagang dan industri, terutama Dewan Bisnis Emirat-Amerika, Kamar Dagang Amerika, Dewan Bisnis Israel-Amerika, dan dewan sejumlah perusahaan internasional.

Selama seminar, Yang Mulia Bin Touq menjelaskan bahwa pihak Emirat dan Israel akan bekerja sama dalam tahap berikutnya untuk menjajaki peluang kemitraan dan pengembangan proyek vital bersama antara komunitas bisnis di kedua negara, mencatat bahwa "hasil dari perjanjian bersejarah ini akan membuka cakrawala baru untuk perdagangan dan investasi, dan arus modal serta aktivitas komersial akan berdampak langsung pada UEA dan Israel, dan itu akan berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemulihan sektor swasta di kedua negara, dan ini secara positif akan mempengaruhi keadaan ekonomi regional secara umum."

Yang Mulia Bin Touq merujuk pada kontribusi penting dari sektor bisnis Amerika dalam memperkuat dan mengkonsolidasikan hubungan ekonomi dan komersial UEA-Israel, menekankan bahwa investor dan perusahaan Amerika dapat memainkan peran mendasar dalam hal ini karena mereka adalah penghubung melalui kantor pusat dan kantor mereka di UEA dan Israel.

Selain itu, Yang Mulia bin Touq meninjau langkah dan target ekonomi paling menonjol dari pemerintah UEA selama tahap berikutnya, dengan fokus pada rencana strategis dan 33 paket inisiatif yang fleksibel dan terintegrasi untuk mendukung perekonomian nasional dan meningkatkan keberlanjutannya, yang hadir dalam kerangka upayanya dalam menghadapi tantangan ekonomi akibat penyebaran pandemi Covid-19. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan dan mengaktifkan kegiatan usaha di berbagai sektor vital, meningkatkan daya saing dan ketahanan perekonomian negara serta mengembangkan model pembangunan ekonomi jangka panjang.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302870067

WAM/Indonesian