Sabtu 31 Oktober 2020 - 6:13:29 am

Jejak Bukti UEA Menebar Perdamaian dan Membangun Stabilitas di Seluruh Dunia


Dari Bagian Laporan.

ABU DHABI, 20 September (WAM) - UEA besok akan merayakan Hari Perdamaian Internasional, yang ditetapkan oleh Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 21 September setiap tahun, dan dalam catatan sejarah Emirat penuh dengan upayanya dalam menebar perdamaian dan membangun stabilitas di seluruh dunia, yang berpuncak pada perjanjian damai dengan negara Israel.

Pada kesempatan tahun ini, UEA dengan keputusan berdaulat dan keberaniannya menandatangani perjanjian damai dengan negara Israel, memberikan secercah harapan dan kesempatan nyata bagi negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk menikmati perdamaian dan stabilitas setelah puluhan tahun konflik dan ketegangan yang mempengaruhi masa depan rakyat mereka, terutama sejak UEA mengkonfirmasi bahwa perjanjian ini akan membuat UEA lebih dekat dengan rakyat Palestina, dan memenuhi harapan mereka untuk negara merdeka dalam wilayah yang stabil dan makmur.

Sejak era bapak pendiri, almarhum Syeikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, "semoga Allah merahmatinya," UEA telah mengabdikan dirinya untuk menjadi pemain utama dan mitra penting dalam keberhasilan prakarsa perdamaian di tingkat regional dan internasional, berdasarkan warisan kemanusiaan dan misi peradabannya yang didasarkan pada menjunjung tinggi nilai-nilai cinta, toleransi, dan menolak intoleransi.

UEA, di bawah kepemimpinan Yang Mulia Syeikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Kepala Negara, "semoga Allah melindunginya", menegaskan konsolidasi pesan perdamaian dan penyampaiannya ke seluruh dunia, dan partisipasi aktif dengan komunitas internasional dalam segala hal yang dapat mencapai keamanan, stabilitas, pembangunan dan bisa meningkatkan nilai-nilai koeksistensi dan keadilan di berbagai kawasan yang berbeda.

Sejak didirikan, UEA telah menerapkan kebijakan yang berhasil dan hubungan yang berbeda dengan semua negara di dunia berdasarkan perdamaian, saling menghormati, dan tidak campur tangan dalam urusan internal negara lain, berdasarkan kesadaran pemerintah yang bijaksana bahwa UEA memiliki posisi yang bertanggung jawab di tingkat Arab, regional dan internasional.

Selama beberapa dekade terakhir, UEA berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian dalam beberapa program internasional. Pada tahun 1976, UEA berpartisipasi dalam kekuatan di Pasukan Pencegahan Arab di Lebanon dalam upaya menggagalkan bahaya terjadinya perang saudara dan menjaga perdamaian.

Dan berdasarkan kesetiaan UEA akan janji dan kewajibannya dalam mendukung masalah hak dan keadilan, UEA berpartisipasi dalam Pasukan Pelindung Semenanjung dalam proses pembebasan Kuwait dengan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk pada tahun 1991 dalam koalisi internasional.

Sebagai bentuk dari komitmen negara untuk mengulurkan tangan membantu membangun kembali dan menstabilkan konflik di Somalia, pada tahun 1993 UEA mengirim batalion angkatan bersenjata ke Somalia untuk berpartisipasi dalam "Operasi Pemulihan Harapan" di Perserikatan Bangsa-Bangsa, berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Pada tahun 1994, UEA dengan tegas berpihak pada Bosnia, setelah konflik antara Bosnia dan Serbia meletus, dan menunjukkan keperihatinannya kepada dunia terhadap apa yang dialami oleh kaum muslimin di Bosnia.

UEA telah berkontribusi banyak dalam misi kemanusiaan dengan tujuan membantu membangun kembali Bosnia, dan memberikan prioritas untuk membantu para siswa, membuka sekolah, dan membangun kembali masjid.

Pada tahun 1999, angkatan bersenjata UEA mendirikan kamp untuk menampung ribuan pengungsi Kosovar yang mengungsi akibat perang di kamp Cox di Albania, dan juga berpartisipasi dalam operasi penjaga perdamaian di Kosovo, dan pada tahun 1999 UEA adalah satu-satunya negara Muslim yang mengirimkan pasukan untuk bergabung dengan pasukan penjaga perdamaian internasional di Kosovo dengan persetujuan Komando NATO.

Pada tahun 2003, UEA berpartisipasi dalam pasukan penjaga perdamaian di Afghanistan, "ISAF", dan jumlah angkatan bersenjata Emirat yang berpartisipasi dalam pasukan tersebut mencapai lebih dari 1.200, dan pasukan ini memainkan peran penting dalam mengamankan dan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan, serta memainkan peran paralel dalam rencana rekonstruksi dan pemeliharaan keamanan dan stabilitas di sana.

Setelah peristiwa subversif di Bahrain dan upaya campur tangan asing dalam urusannya pada Maret 2011, UEA secara aktif berpartisipasi dalam pasukan Perisai Semenanjung yang menjaga keamanan, stabilitas, dan persatuan rakyat Bahrain dan mencegah bahaya perselisihan sektarian.

UEA bergabung dengan koalisi internasional melawan organisasi teroris "ISIS" pada tahun 2014, dan secara aktif berpartisipasi dalam operasi militer yang ditujukan untuk melawan unsur-unsur organisasi ini di Suriah dengan negara-negara Arab dan negara asing.

Pada Maret 2015, UEA berpartisipasi dalam Operasi Decisive Storm, yang dilakukan oleh Koalisi Arab untuk Mendukung Legitimasi di Yaman di bawah kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi.

Pada 25 Juli 2018, upaya perdamaian Emirat di Tanduk Afrika berhasil mengumumkan perjanjian perdamaian bersejarah antara Negara Bagian Eritrea dan Republik Ethiopia, yang membuka jalan bagi hubungan positif antara kedua pihak, dan berkontribusi untuk memperkuat keamanan dan stabilitas di kedua negara secara khusus dan Tanduk Afrika serta kawasan pada umumnya.

UEA memainkan peran kunci dalam keberhasilan rekonsiliasi bersejarah antara dua tetangga bebuyutan, Ethiopia dan Eritrea, setelah konflik yang berlangsung lebih dari dua puluh tahun, dalam artian kata, Emirat berhasil di saat upaya PBB maupun Afrika yang dipimpin oleh Uni Afrika tidak berhasil mencapai pencapaian bersejarah ini.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302871109

WAM/Indonesian