Kamis 22 Oktober 2020 - 2:37:49 am

UEA Memimpin Pertemuan Komite Kerjasama Perdagangan Teluk yang ke-59


ABU DHABI, 27 September 2020 (WAM) - Yang Mulia Dr. Tsani bin Ahmad Al-Zeyoudi, Menteri Negara Perdagangan Luar Negeri, memimpin pertemuan virtual ke-59 dari Komite Kerjasama Perdagangan Teluk, dalam kerangka kepresidenan UEA pada sesi Dewan Kerjasama untuk Negara-negara Teluk Arab, yang diadakan hari ini dengan partisipasi Yang Mulia Nayef Al-Hajraf, Sekretaris Jenderal Dewan Teluk, dan para Menteri yang bertanggung jawab atas perdagangan di negara-negara GCC.

Yang Mulia menegaskan bahwa Uni Emirat Arab di bawah bimbingan kepemimpinannya yang bijak, berkomitmen untuk mendukung aksi bersama dewan Teluk karena ini adalah salah satu pendukung utama dalam kebijakan negara, dan sangat ingin mendukung hasil dari Komite Kerja Sama Perdagangan, karena ini adalah platform yang ideal untuk membahas dan mengoordinasikan rencana Teluk untuk mencapai pembangunan dan integrasi selama fase berikutnya, yaitu dengan cara melayani aspirasi dari negara -negara GCC.

Yang Mulia menjelaskan bahwa agenda panitia yaitu akan memberikan dorongan baru bagi upaya integrasi ekonomi dan perdagangan Teluk, terutama dengan menyikapi isu-isu penting seperti: kerja sama pada fase pasca-COVID-19, peningkatan keamanan pangan Teluk, dan kerja sama di bidang perdagangan luar negeri, elektronik, kekayaan intelektual dan usaha kecil dan menengah.

Dalam pidatonya, Yang Mulia Al-Zeyoudi meminta kepada negara-negara anggota untuk memperkuat aksi Teluk bersama dan mengembangkan mekanisme yang efektif untuk menangani berbagai masalah ekonomi dan perdagangan, dan menunjukkan bahwa saat ini permasalahan tersebut menjadi semakin penting dibanding sebelumnya, mengingat perubahan yang dialami dunia sebagai akibat dari penyebaran pandemi COVID-19 yang telah menimbulkan banyak tantangan ekonomi dan pada saat yang sama memberikan kontribusi untuk menghasilkan berbagai peluang baru dan tren terkini dalam berbisnis.

Lebih lanjut Yang Mulia menambahkan bahwa hari ini kita menyaksikan minat global yang bertambah dalam menerapkan model ekonomi yang lebih fleksibel dan penggunaan teknologi yang lebih besar dalam aktivitas bisnis.

Pemerintah juga semakin bergerak maju untuk menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih terbuka, serta prosedur bea cukai dan logistik yang cepat dan efisien yang menjamin kelangsungan dan pertumbuhan perdagangan dan rantai pasokan dalam berbagai keadaan.

Dia menjelaskan bahwa banyak negara yang telah memulai mengembangkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan investasi pada ekonomi digital dan revolusi industri keempat, begitu pun juga usaha kecil dan menengah semakin didorong untuk menghasilkan inovasi dan mengimbangi gelombang ekonomi baru.

Yang Mulia Al-Zeyoudi juga berbagi beberapa langkah dan upaya yang diambil oleh UEA dalam hal ini kepada anggota komite, salah satunya yaitu terkait hal yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah UEA tentang peluncuran paket 33 inisiatif yang terintegrasi dan fleksibel untuk mendukung sektor ekonomi. Yang Mulia juga menambahkan bahwa melalui paket ini, kita akan menggarap kegiatan dan usaha, meningkatkan fleksibilitas pasar tenaga kerja, meningkatkan daya tarik investasi pada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah, mendorong perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi digital, serta mendukung usaha kecil dan menengah berbasis riset dan inovasi.

Dia menjelaskan bahwa paket ini akan meningkatkan kemampuan negara untuk bertransformasi menjadi model ekonomi yang lebih fleksibel dan berkelanjutan dalam fase pasca-COVID-19, dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk peluncuran menuju ekonomi masa depan.

Dalam konteks ini, komite membahas serangkaian item dalam agenda pertemuan ke-51, yang paling menonjol di antaranya: mempromosikan aksi Teluk bersama untuk fase pasca-COVID-19 dan mencapai ketahanan pangan bagi negara-negara Dewan Kerjasama di samping tantangan paling penting yang dihadapi aksi Teluk bersama, yaitu: Prosedur izin untuk produk Teluk, strategi untuk mengembangkan ekspor Teluk ke pasar global, memfasilitasi prosedur bea cukai dan non-tarif untuk perdagangan intra-Teluk, penerapan spesifikasi Teluk yang terpadu, pemasaran produk-produk usaha kecil dan menengah Teluk, dan peluang untuk berpartisipasi dalam tender pemerintah di negara-negara GCC.

Dalam pertemuan tersebut, Komite juga membahas perkembangan panitia yang bertanggung jawab atas inisiatif wirausahawan dan ekonomi pengetahuan untuk usaha kecil dan menengah di negara-negara GCC dan penyatuan upaya kerja sama dalam sistem paten, perlindungan konsumen dan sertifikat perusahaan, serta kerja sama pada aspek yang terkait dengan e-commerce.

Penerjemah: A. Mubarak http://wam.ae/ar/details/1395302872865

WAM/Indonesian