Kamis 22 Oktober 2020 - 2:18:56 am

Peluncuran "Prakarsa Pemberdayaan Perempuan YM Syeikha Fatima bint Mubarak untuk Perdamaian dan Keamanan" dalam Program PBB


-Peluncuran "Prakarsa Pemberdayaan Perempuan YM Sheikha Fatima bint Mubarak dalam perdamaian dan keamanan" merupakan program PBB untuk melatih wanita agar bekerja di sektor militer dan penjaga perdamaian.

-Program pelatihan terbaik adalah hasil dari nota kesepahaman antara pemerintah UEA dan UN Women, di mana 357 wanita Arab, Afrika, dan Asia dari 17 negara telah dilatih.

.......................

ABU DHABI, 27 September (WAM) – Semakin dekatnya peringatan ke-20 pegesahan Resolusi Dewan Keamanan 1325 tentang Wanita, Perdamaian dan Keamanan, Perserikatan Bangsa-Bangsa hari ini mengumumkan peluncuran "Prakarsa Pemberdayaan Perempuan YM Syeikha Fatima bint Mubarak untuk perdamaian dan keamanan" menjadi program PBB untuk Pelatihan Wanita agar dapat bekerja di sektor militer, keamanan dan perdamaian, di bawah pemerintah UEA dan diselenggarakan oleh Sekolah Khawla bint Al-Azwar di Abu Dhabi.

Program ini didasarkan pada nota kesepahaman yang ditandatangani pada tahun 2018 antara Kementerian Pertahanan, Serikat Perempuan Umum dan Perempuan PBB di bawah perlindungan YM Syeikha Fatima binti Mubarak, Ketua Umum Serikat Perempuan, Kepala Dewan Tertinggi untuk Ibu dan Anak, dan Ketua Tertinggi Yayasan Pengembangan Keluarga, dengan tujuan membangun dan mengembangkan kemampuan perempuan di bidang militer, keamanan dan perdamaian.

MoU tersebut ditandatangani di New York oleh YM Syeikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, di sela-sela sidang ke-73 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September 2018.

Prakarsa YM Syeikha Fatima binti Mubarak untuk memberdayakan perempuan dalam perdamaian dan keamanan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sektor keamanan dan perdamaian, meningkatkan jumlah perempuan yang memenuhi syarat untuk bekerja di sektor militer, dan membangun jaringan untuk mendukung mereka di seluruh dunia.

Inisiatif ini juga berkontribusi untuk mencapai tujuan strategis Resolusi Dewan Keamanan 1325, yang menekankan pentingnya partisipasi efektif dan setara perempuan sebagai kekuatan yang efektif dalam membangun perdamaian dan menjaga keamanan dengan berfokus utamanya pada penyediaan pelatihan yang diperlukan bagi kader perempuan.

Yang Mulia Syeikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, memuji peluncuran "Prakarsa YM Syeikha Fatima bint Mubarak, untuk memberdayakan perempuan dalam perdamaian dan keamanan" merupakan program UN Women untuk melatih perempuan supaya bekerja di sektor militer dan penjaga perdamaian.

Yang Mulia mengatakan - dalam sebuah pernyataan pada kesempatan ini - bahwa UEA selalu mendukung terciptanya keamanan dan perdamaian di seluruh dunia, dan kehadiran perempuan dalam aksi menciptakan perdamaian sangat penting demi keberhasilannya.

Yang Mulia menambahkan: "Ketika kami menandatangani Nota Kesepahaman untuk program ini, itu didasarkan pada keyakinan teguh dalam mendukung Resolusi Dewan Keamanan 1325, terinpirasi oleh visi Yang Mulia Syeikha Fatima bint Mubarak, Ketua Persatuan Wanita Umum, Kepala Dewan Tertinggi untuk Ibu dan Anak, dan Ketua Tertinggi Yayasan Pengembangan Keluarga untuk memberdayakan wanita di wilayah kami." Dan di seluruh dunia di semua sektor, dan hari ini, dengan peluncuran Prakarsa Yang Mulia Syeikha Fatima bint Mubarak untuk memberdayakan perempuan dalam perdamaian dan keamanan, kami memperbarui komitmen kami untuk masalah penting ini. Sementara itu, Yang Mulia Noura Khalifa Al-Suwaidi, Sekretaris Jenderal Serikat Wanita, mengatakan: "Merupakan suatu kehormatan besar untuk memberikan nama Yang Mulia Syeikha Fatima bint Mubarak, Ketua Umum Persatuan Wanita, Presiden Dewan Tertinggi untuk Ibu dan Anak, dan Ketua Tertinggi dari Yayasan Pengembangan Keluarga, untuk program pelatihan terpadu dan pencapaian yang belum pernah dicapai sebelumnya. Dua tahun sejak berdirinya, membuatnya dihargai oleh organisasi internasional sebagai yang pertama di dunia di mana perempuan dari negara-negara saudara dan sahabat dilatih tentang aksi militer, yang secara praktis menunjukkan dukungan UEA untuk pemberdayaan perempuan di semua sektor dan kontribusi besar kami untuk memajukan agenda perempuan, perdamaian dan keamanan.

Phumzile Mlambo Ncuka, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Direktur Eksekutif Wanita PBB berkata: "Saya sangat senang dengan keberhasilan Program Pelatihan Perempuan, Perdamaian dan Keamanan, yang dapat melatih para pemimpin perempuan generasi berikutnya di sektor militer dan penjaga perdamaian di Afrika, Asia, dan Timur Tengah."

Ia menambahkan, "UN Women bangga mendukung upaya baik ini sebagai mitra kunci dengan memberikan keahliannya di bidang perempuan, perdamaian dan keamanan untuk program ini. Bukti juga menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam resolusi konflik dan pembangunan perdamaian mengarah pada perdamaian untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga perlu untuk meningkatkan efektivitasnya. Pasukan keamanan akan memperdalam pengetahuan dan pemahaman mereka tentang kesetaraan gender dan hak-hak perempuan."

Perlu dicatat bahwa sesi pertama program pelatihan diluncurkan pada Januari 2019 dengan partisipasi 134 wanita Arab dari 7 negara, dan setelah keberhasilan sesi pertama program, disepakati antara UEA dan UN Women untuk memperluas cakupan partisipasi dengan memasukkan negara-negara dari Afrika dan Asia dalam prakarsa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah organisasi internasional.

Pada Januari 2020, sesi kedua dimulai dengan partisipasi 223 perempuan dari 11 negara Afrika, Asia dan Arab, dan semuanya menyelesaikan pelatihan pada April 2020.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302872805

WAM/Indonesian