Selasa 24 Nopember 2020 - 11:19:44 am

UEA Menyerukan untuk Menghapus Penderitaan Pengungsi Rohingya dan Melindungi Martabat Kemanusiaan Mereka


ABU DHABI, 22 Oktober (WAM) - UEA kembali menyeru masyarakat internasional untuk menghilangkan penderitaan bagi para pengungsi dan menjaga martabat kemanusiaan mereka dalam menghadapi tantangan yang semakin meningkat.

Yang Mulia Reem binti Ibrahim Al-Hasyimi, Menteri Kerja Sama Internasional - pada konferensi bantuan untuk pengungsi Rohingya, yang disponsori oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris dan PBB, dan diadakan hari ini melalui teknologi komunikasi audio-visual - mengonfirmasi bahwa UEA telah mengambil tindakan untuk menangani masalah pengungsi Rohingya sejak awal terjadinya krisis ini, terutama pada level Organisasi Kerja Sama Islam, baik melalui dukungan terhadap upaya diplomasi internasional yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini maupun melalui dukungan rencana tanggap kemanusiaan.

Yang Mulia menjelaskan bahwa para pejabat Emirat tidak ragu-ragu untuk mengunjungi kamp Cox's Bazar di Republik Rakyat Bangladesh, untuk melihat program-program kemanusiaan di sana, dan menunjukkan dukungan untuk Bangladesh yang tidak pernah ragu untuk menjadi tuan rumah bagi meningkatnya jumlah pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan di negara mereka, dan untuk membahas cara mengatasi akar penyebab krisis yang menimpa dunia Islam kita, yang disayangkan sebagian besar krisis kemanusiaan kita yang mengalami.

Yang Mulia mencatat perlunya menemukan solusi untuk krisis ini, serta krisis kemanusiaan lainnya, beliau mencatat bahwa pandemi virus Corona (Covid-19) telah meningkatkan penderitaan para pengungsi dan orang terlantar di mana-mana, dan menjadi realitas ekonomi baru yang dihadapi berbagai negara di dunia, dan oleh karena itu perlu mengatur ulang prioritas dan meningkatkan efisiensi bantuan yang diberikan kepada yang membutuhkan dimanapun mereka berada.

Yang Mulia mengatakan bahwa bantuan Emirat untuk pengungsi Rohingya difokuskan untuk mendukung berbagai sektor dasar, seperti mendukung perempuan dan anak-anak, menjadi kelompok yang paling rentan, dan fokus pada sektor makanan, gizi, kesehatan, pendidikan dan sanitasi lingkungan, karena banyak proyek yang dilaksanakan di Kamp Pengungsi Cox's Bazar Rohingya di Republik Rakyat Bangladesh.

Perlu dicatat bahwa tahun lalu UEA melaksanakan kampanye nasional untuk mengumpulkan sumbangan guna endukung perempuan dan anak-anak pengungsi Rohingya sebagai bagian dari koalisi 20 lembaga kemanusiaan, bantuan dan amal di UEA, dan hasil dari sumbangan ini lebih dari 65 juta dirham.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302879674

WAM/Indonesian