Senin 23 Nopember 2020 - 11:48:29 pm

"Federasi Pemuda" Menyelenggarakan Sesi Virtual antara Pemuda Emirat dan Israel untuk Membangun Koeksistensi Damai dan Saling Pengertian


DUBAI, 21 November, WAM / Yayasan Pemuda Federal menyelenggarakan sesi pemuda virtual pertama "Emirat-Israel", yang bertepatan dengan Hari Toleransi Internasional, yang berfokus pada perlunya dialog bersama antara agama dan keyakinan serta pengabdian nilai-nilai toleransi, hidup berdampingan secara damai dan menghormati pluralisme budaya, dengan partisipasi para ulama dan sekelompok pemuda dari UEA dan Israel.

Seminar tersebut dimoderatori oleh Syeikhah Majida binti Maktum bin Rashid Al Maktum, seorang peneliti yang dianugerahi Beasiswa Rhodes yang bergengsi, Yang Mulia Shamma binti Suhail bin Faris Al Mazru’i, Menteri Negara Urusan Pemuda dan Ketua Yayasan Federasi Pemuda, Rabbi Yehuda Sarna, kepala rabi komunitas Yahudi di UEA, Maryam Al-Zaidi, seorang da’iyah di Otoritas Umum untuk Urusan dan Wakaf Islam, dan Mazen Nahwi, seorang pengusaha Palestina yang tinggal di UEA untuk waktu yang lama.

Seminar virtual tersebut dihadiri oleh lebih dari 40 pemuda dan pemudi dari UEA dan Israel dengan berbagai minat dan spesialisasi, antara lain sains, teknologi, teknik, matematika, seni, ilmu politik dan kewirausahaan.

Syeikhah Majida Al Maktum mengatakan: Lingkaran pemuda ini adalah contoh pentingnya dialog dan kerja sama tidak hanya di kawasan, tetapi juga di tingkat global, karena pembahasannya berfokus pada banyak masalah dan nilai-nilai bersama seperti toleransi, hidup berdampingan secara damai dan menciptakan masa depan, dan tujuan kami adalah untuk mendengarkan pandangan dan belajar tentang tujuan bersama dan tantangan yang dihadapi pemuda di negara-negara di kawasan ini dan memperoleh manfaat dan pengetahuan bersama.

Sementara itu, Yang Mulia Shamma binti Suhail bin Faris Al Mazru’i berkata: Kami memiliki kesempatan bersama di UEA dan Israel untuk menerapkan nilai-nilai toleransi dan mengeksplorasi visi pemuda dalam perdamaian untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dan perdamaian bagi kita di UEA, dengan membuka lembaran baru di mana kita mengenal budaya baru dan berteman dengan mereka untuk mencari cara untuk maju menuju masa depan yang lebih sejahtera dan lebih baik untuk kawasan dan dunia.

Yang Mulia menambahkan bahwa toleransi dan hidup berdampingan adalah seperti tubuh yang berkembang dari hari ke hari melalui latihan dan pelatihan yang terus menerus, dan hari ini kami lebih bersemangat untuk belajar tentang keragaman dalam budaya kami dan saling bertukar pengetahuan.

Sementara itu, Mazen Nahwi mengatakan: Saya adalah salah satu pengungsi Palestina yang meninggalkan tanah kelahiran saya pada tahun 1948 dan saya tumbuh sebagaimana jutaan pemuda Arab di lingkungan yang penuh amarah dan perasaan negatif, dan hari ini saya berada disini untuk berbicara tentang perjalanan saya dalam hidup berdampingan dan toleransi, dimana saya belum pernah berinteraksi dengan orang yahudi atau Israel sampai saya berusia enam belas tahun ketika saya lulus dari sekolah saya - Choueifat di Sharjah - dan saya kuliah di Universitas Boston dan di sana saya memiliki seorang teman Yahudi dan saya baru tahu itu setelah saya seminggu hidup bersama dengannya. Sejak saat itu saya berpindah dari tahap syok dan ketakutan ke tahap mengembangkan persahabatan dan cinta sejati sampai dengan hari ini.

Sementara itu, Maryam Al-Zaidi menyinggung persamaan antara Islam dan Yahudi, dengan mengatakan: Kita semua menyembah satu Tuhan dan percaya bahwa Tuhan menyeru tentang perdamaian, dan dalam Islam perdamaian adalah salah satu nama Tuhan yang paling indah yang dengannya Tuhan Yang Maha Kuasa menggambarkan dirinya sendiri.

Dia menambahkan: Hari ini kita membutuhkan dialog dari hati kita yang didasarkan pada cinta satu sama lain dan agar kita tidak mendapatkan kerugian pada diri kita sendiri sehingga kita bisa dipahami dan dihormati terlepas dari siapa kita.

Syeikhah Majida Al Maktum menutup sesi dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam diskusi dan menjadi simbol harapan dan inspirasi untuk masa depan.

Patut dicatat bahwa sesi seminar pemuda ini adalah salah satu inisiatif yang dibentuk oleh Yang Mulia Syeikh Muhammad bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai, yang bertujuan untuk mempromosikan komunikasi berkelanjutan dengan para pemuda di UEA, mendengarkan mereka dan belajar tentang ide dan pendapat mereka dalam mencari solusi atas tantangan sehingga pemerintah mampu menyediakan lingkungan inkubator terbaik untuk mewujudkan impian dan aspirasi mereka serta memungkinkan mereka memainkan peran mendasar dalam proses pembangunan dan kemakmuran di Uni Emirat Arab.

Penerjemah: A. Mubarak http://wam.ae/ar/details/1395302888421

WAM/Indonesian