Minggu 17 Januari 2021 - 7:56:41 am

Istana Al-Muwaiji ... Saksi Dimulainya Kebangkitan UEA

  • 01 (12)
  • 01 (11)
  • 01 (10)
  • 01 (9)
  • 01 (8)
  • 01 (3)
  • 01 (1)
  • 01 (4)
  • 01 (6)
  • 01 (5)
  • 01 (2)
  • 01 (7)
Video Gambar

Dari Muhammad Al-Amiri.

AL-AIN, 2 Januari (WAM) - Istana Al-Muwaiji yang dibangun di sisi barat kota Al-Ain, dekat dengan Al-Muwaiji Oasis, sekitar 100 tahun yang lalu, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang khas di kota ini. Istana ini merupakan bagian dari situs budaya di Al-Ain yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, karena nilai globalnya yang luar biasa.

Syeikh Khalifa bin Zayed bin Khalifa Al Nahyan membangun istana pada tahun-tahun awal abad kedua puluh pada masa pemerintahan Syeikh Zayed bin Khalifa yang Pertama, penguasa Abu Dhabi. Istana ini bercirikan struktur persegi, menara sudut yang menonjol, dan gerbang masuk yang besar, yang dulunya digunakan sebagai Diwan / Majlis atau tempat pemerintahan / dan tempat berkumpulnya masyarakat.

Istana ini dibangun berbentuk persegi empat, panjang sisinya 60 meter, dengan luas total 3600 meter persegi, dan dikelilingi oleh tembok pertahanan yang tinggi, tingginya sekitar lima meter, dan tebal tembok di bagian dasarnya adalah 950 milimeter. Istana ini memiliki tiga menara utama, beberapa di antaranya didedikasikan untuk perumahan dan kantor pemerintahan untuk mengurus urusan wilayah Al-Ain. Di luar istana terdapat masjid yang desainnya mirip dengan gaya arsitektur istana.

Pada tahun 1946, almarhum Syeikh Zayed bin Sultan Al Nahyan pindah ke Istana Al-Muwaiji saat ia mengemban tugas sebagai wakil penguasa Abu Dhabi di wilayah Al-Ain.

Dan kemudian menjadikan istana sebagai kantor pemerintahannya dan rumah bagi keluarganya.

Umar Al-Kaabi, Direktur Museum Al-Ain, menyatakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata - Abu Dhabi telah merestorasi dan merehabilitasi bangunan ini, untuk mengembalikannya sebagai destinasi wisata peninggala sejarah, berkontribusi melalui posisi sejarah dan budaya untuk mendefinisikan pentingnya istana, menjadi museum dengan standar internasional, sejalan dengan strategi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi, yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan menampilkan warisan budaya Emirat Abu Dhabi.

Al-Kaabi menyatakan bahwa istana berisi sekumpulan stasiun yang dapat dijelajahi dan dinikmati, mulai dari gerbang masuk, tempat keluar benteng dan area sekitarnya terlihat menonjol, dan setelah itu pengunjung pindah ke alun-alun pameran permanen yang dikelilingi oleh dinding kaca yang indah di halaman istana, di mana ia belajar tentang sejarah istana dan para penghuninya selama bertahun-tahun, juga memberikan kronologi kehidupan anggota keluarga penguasa di Abu Dhabi dan hubungan dekat mereka dengan Istana Al-Muwaiji, melalui koleksi foto-foto langka yang menceritakan momen-momen penting dalam perjalanan negara itu.

Dia menambahkan bahwa pameran tersebut mengulas kehidupan dan pencapaian Yang Mulia Syeikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden Negara, "semoga Allah melindunginya", sementara pengunjung dapat melihat beberapa aset milik presiden di istana.

Direktur Museum Al-Ain menjelaskan bahwa istana menerima pengunjung sepanjang tahun mulai Sabtu hingga Kamis, sehingga pengunjung istana memiliki kesempatan untuk mempelajari sejarahnya melalui penemuan awal bukti arkeologi, dan pentingnya sebagai istana keluarga, tempat pemerintahan, dan sebagai tempat berkumpul bagi masyarakat. Akan ada kesempatan untuk belajar banyak tentang aspek-aspek khusus sejarah Istana Al-Muwaiji, seperti perannya dalam menjamu wisatawan dan pengunjung serta pentingnya air untuk kelangsungan hidup dan kemakmurannya.

Pengunjung di luar alun-alun pameran juga dapat melihat menara bersejarah, halaman Istana Al-Muwaiji dan Masjid Al-Qasr di luar temboknya, untuk merasakan pengalaman khas yang menggabungkan bukti kemauan, kebijaksanaan dan orisinalitas yang tak ada bandingannya, antara masa lalu dan masa kini, kemakmuran dan aspirasinya ke masa depan. Pemugaran istana juga menghasilkan penyediaan tempat belajar, persepsi dan apresiasi.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Abu Dhabi baru-baru ini mengumumkan pembukaan menara barat laut istana kepada pengunjung, yang mana menara ini berisi ruang keluarga pada tahun-tahun awal pembangunan istana, dan pada masa pemerintahan almarhum Syeikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, semoga Allah merahmatinya, itu menjadi kediaman utama bagi keluarga. Areanya lebih besar dibandingkan dengan Menara Timur Laut, dan salah satu karakteristik arsitektur tradisional menara ini adalah menjaga ruangan tetap sejuk, yang memberikan banyak kenyamanan, dan lantai atasnya ditandai dengan jendela lebar yang menangkap angin sepoi-sepoi, dan penghalang dekoratif yang dibangun untuk mengusir debu dan juga menjadi ventilasi pada saat yang bersamaan.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302899048

WAM/Indonesian