Rabu 20 Januari 2021 - 3:14:19 pm

Universitas Mohamed Bin Zayed Menyambut Kedatangan Mahasiswa Baru Angkatan Pertama

  • جامعة محمد بن زايد للذكاء الاصطناعي ترحب بأول دفعة من طلابها
  • جامعة محمد بن زايد للذكاء الاصطناعي ترحب بأول دفعة من طلابها

ABU DHABI, 12 Januari 2021 (WAM) - Universitas Mohammed Bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan - universitas pertama di dunia untuk studi pascasarjana yang berspesialisasi dalam penelitian kecerdasan buatan - telah secara resmi menyambut mahasiswa angkatan pertamanya.

Hal tersebut berlangsung selama acara virtual perdana dengan partisipasi Yang Mulia Dr. Sultan bin Ahmad Al Jabir, Menteri Perindustrian dan Teknologi Canggih dan Ketua Dewan Pengawas Universitas Mohammed Bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan, di mana dia menyampaikan pidato dan menyambut gelombang pertama siswa yang akan memulai tahun akademik mereka di Abu Dhabi pada minggu ini. Ia menekankan pentingnya peran kecerdasan buatan khususnya selama pandemi serta dalam mengembangkan berbagai industri untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Eric Zeng yang merupakan Pimpinan Universitas, serta beberapa perwakilan dari badan kemahasiswaan, fakultas, dan sejumlah staf universitas.

Acara ini dalam rangka menyambut penerimaan 78 mahasiswa dari 29 negara ke universitas, yang dipilih setelah universitas menerima ribuan lamaran dari 100 negara, dan mahasiswa angkata pertama ini terdiri dari 13 mahasiswa doktoral dan 65 mahasiswa master dalam program pembelajaran mesin dan visi komputer.

Pada kesempatan ini, Yang Mulia Dr. Sultan bin Ahmad Al Jabir berkata, "Saya senang menyambut angkatan pertama mahasiswa Universitas Mohammed bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan, karena langkah ini mencerminkan upaya berkelanjutan untuk membangun pusat perintis untuk pengembangan penelitian dan teknologi kecerdasan buatan pada saat dunia ingin meningkatkan peran teknologi modern dalam mendukung fase pemulihan pasca COVID-19".

"Dengan keahlian global yang dimiliki serta bakat dan kemampuan mahasiswanya dari 29 negara di seluruh dunia, universitas akan dapat mendukung upaya UEA yang bertujuan untuk mencapai kepemimpinan di bidang kecerdasan buatan, sejalan dengan visi kepemimpinan yang bijak," tambahnya.

Yang Mulia berkata, "Hari ini kami berada di jalan yang benar untuk mendapatkan manfaat dari kemampuan kecerdasan buatan sebagai alat yang efektif untuk mendukung kemajuan dan upaya pembangunan dan berkontribusi untuk meningkatkan efisiensi pembangunan ekonomi dan sosial di UEA dan memungkinkan kami untuk bergerak maju dalam memperoleh manfaat dari inovasi Revolusi Industri Keempat serta berkontribusi pada perkembangan mereka sementara kami juga bekerja untuk memperluas cakrawala penggunaan kecerdasan buatan dan memanfaatkannya untuk mengatasi tantangan paling mendesak di dunia.

Selain menyediakan pendidikan kelas dunia, universitas bermaksud untuk memanfaatkan sumber dayanya untuk mendukung penelitian dan pengembangan mengingat fokus khususnya meliputi empat sumbu, yaitu: poros layanan dan kualitas kehidupan, yang bertujuan untuk meningkatkan layanan yang disediakan oleh sektor publik dan swasta, poros teknologi industri dan manufaktur, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan produktivitas, dan sumbu sektor masa depan yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan sektor baru yang melibatkan nilai tinggi dan fokus pada keberlanjutan sumber daya vital dan lingkungan, dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk merasionalisasi konsumsi air dan energi guna melindungi dan melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang.

Acara ini dihadiri oleh anggota Dewan Pembina Universitas Mohammed bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan, yang terdiri dari sekelompok ahli dari seluruh dunia .. yang memuji kemajuan yang dibuat oleh universitas hingga saat ini dan memberikan dukungan serta dorongan mereka kepada angkatan pertama mahasiswa yang terdaftar di universitas.

Adapun Dewan Pengawas terdiri dari Profesor Sir Michael Brady, Profesor Onkologi Pencitraan di Universitas Oxford, Inggris, Profesor Anil Jain, Profesor di Universitas Negeri Michigan di Amerika Serikat, Dr. Kay-Foley, Eksekutif Teknologi dan Investor Modal Ventura di Beijing, Cina, Profesor Daniela Ross, Direktur Laboratorium Ilmu Komputer dan kecerdasan buatan di Institut Teknologi Massachusetts di Amerika Serikat dan Bing Xiao, CEO "Grup 42".

"Kecerdasan buatan adalah salah satu teknologi transformatif terpenting di era modern yang memberikan peluang luar biasa bagi umat manusia," kata Eric Zing. "Visi Universitas Mohammed Bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan adalah untuk mendukung generasi baru yang ahli dalam bidang sains, teknik, kebijakan, dan bisnis dengan memberi mereka pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk mengerahkan potensi laten kecerdasan buatan di seluruh penelitian akademis dan aplikasi industri. "

"Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh Mohammed Bin Zayed University for Artificial Intelligence untuk berkontribusi mendukung prioritas strategis nasional UEA untuk menjadi pemimpin global di bidang kecerdasan buatan, yang berkontribusi untuk menjadikannya contoh kawasan dalam bidang inovasi dan pengembangan teknologi," tambahnya.

Dia menekankan ketajaman untuk mencapai keunggulan dalam pendidikan kecerdasan buatan, penelitian dan prospek pengembangan terkait bidangnya melalui kurikulum pendidikan kelas dunia dan proyek perintis yang bekerja sama dengan kelompok elit pemimpin sektor, yang mengajak dan mendesak kepada semua mahasiswa untuk mengembangkan fitur dasar yang menjadi ciri ahli teknologi dengan menganalisis temuan mereka saat ini, juga penelitian terpenting, berpikir kreatif dan memanfaatkan pengetahuan mereka untuk mendukung ambisi mereka untuk menjadi pionir yang mampu mengubah dunia menjadi lebih baik.

Dia menyambut siswa angkatan pertama, menekankan bahwa mereka selayaknya berharap untuk memulai perjalanan pendidikan yang bermanfaat bersama mereka untuk menjelajahi masa depan kecerdasan buatan.

Semua mahasiswa angkatan pertama, termasuk 14 mahasiswa Emirat, telah menerima bimbingan dan konseling dari universitas sebelum tahun akademik dimulai dan mengikuti sejumlah kegiatan akademik.

Mahaiswa mulai tiba di Abu Dhabi pada November lalu untuk mendapatkan gambaran budaya UEA, menyelesaikan pemeriksaan COVID-19, dan mematuhi langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan di Abu Dhabi.

Dari lokasinya di Kota "Masdar" di Emirat Abu Dhabi, Universitas Mohammed Bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan menawarkan kampus yang secara teknis maju dan ramah lingkungan.

Kampus ini memiliki ruang kelas, laboratorium penelitian modern, pusat pengetahuan yang berspesialisasi dalam kecerdasan buatan, dan fasilitas rekreasi. Begitupun juga program studinya disediakan oleh fakultas terkemuka yang terdiri dari sekelompok ahli dari seluruh dunia.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2019, Universitas Mohammed Bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan telah melakukan banyak pencapaian penting, termasuk kesimpulan dari sejumlah kemitraan strategis untuk penelitian dan keunggulan kecerdasan buatan dengan lembaga internasional dan badan pendidikan bergengsi.

Universitas menjadi tuan rumah delegasi terkemuka yang dipimpin oleh politisi dan akademisi dan menyelenggarakan serangkaian seminar elektronik yang dipimpin oleh sekelompok ahli untuk menyebarkan kesadaran dan pemahaman tentang kecerdasan buatan di antara komunitas global.

Dengan dimulainya tahun akademik pertama, universitas mulai menerima lamaran untuk program magister dan doktoral untuk musim gugur 2021 dalam visi komputer dan pembelajaran mesin.

Mahasiswa yang mendaftar untuk program magister dan doktoral di universitas harus memiliki gelar sarjana di salah satu disiplin ilmu terkait.

Persyaratan masuk secara terperinci dapat ditemukan pada website resmi Universitas Mohamed bin Zayed yaitu melalui situs mbzuai.ac.ae.

Penerjemah: A. Mubarak http://wam.ae/ar/details/1395302901020

WAM/Indonesian