Sabtu 16 Januari 2021 - 12:42:55 pm

Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi ... Membentuk Agenda Pemulihan Pasca COVID-19

  • أسبوع أبوظبي للاستدامة .. صياغة أجندة التعافي الأخضر ما بعد "كوفيد - 19"
  • أسبوع أبوظبي للاستدامة .. صياغة أجندة التعافي الأخضر ما بعد "كوفيد - 19"
  • أسبوع أبوظبي للاستدامة .. صياغة أجندة التعافي الأخضر ما بعد "كوفيد - 19"
  • أسبوع أبوظبي للاستدامة .. صياغة أجندة التعافي الأخضر ما بعد "كوفيد - 19"

ABU DHABI, 13 Januari, WAM - Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi, yang dimulai pada 18 Januari dan diselenggarakan secara virtual tersebut, berfokus pada penggunaan teknologi dan platform komunikasi virtual, dalam membentuk agenda pemulihan hijau pasca COVID-19.

Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi - platform global untuk mempercepat laju pembangunan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Perusahaan Energi Masa Depan Abu Dhabi "Masdar" – akan berlangsung hingga 21 Januari dan mencakup serangkaian acara virtual tingkat tinggi, termasuk KTT Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi, Sidang Umum Badan Energi Terbarukan Internasional "IRENA", dan Forum Abu Dhabi untuk Keuangan Berkelanjutan, Forum Energi Global Dewan Atlantik, forum virtual untuk platform "Pemuda untuk Keberlanjutan", serta forum KTT Energi Masa Depan Dunia.

Yang Mulia Dr. Sultan bin Ahmad Al Jabir, Menteri Perindustrian dan Teknologi Maju, Utusan Khusus UEA untuk Perubahan Iklim dan Ketua Dewan Direksi Masdar, pada kesempatan tersebut mengatakan: "Sejalan dengan visi kepemimpinan yang bijaksana untuk mengkonsolidasikan pilar keberlanjutan, Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi diadakan dalam upaya rintisan UEA dan komitmen teguh dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan mendedikasikan peran aktif dan tanggung jawabnya dalam mendukung upaya komunitas internasional dalam hal ini dengan merangsang dialog global tentang keberlanjutan dan mengubah gagasan menjadi rencana, solusi, dan proyek yang praktis dan layak."

Yang Mulia menekankan bahwa dimulainya pemulihan ekonomi dari efek pandemi merupakan peluang yang sangat baik untuk menetapkan serangkaian tujuan yang ambisius, berinvestasi dalam teknologi baru dan menetapkan kebijakan yang diperlukan yang akan berkontribusi untuk mencapai pemulihan yang berkelanjutan.

Yang Mulia Dr. Sultan bin Ahmad Al Jabir akan menyampaikan pidato sambutan pada pembukaan Abu Dhabi Sustainability Week Summit, yang dihadiri oleh lebih dari 70 pembicara terkemuka dari sektor keberlanjutan, bisnis dan teknologi, termasuk Yang Mulia Pangeran Albert II dari Monaco, yang akan menyampaikan pidato utama selama KTT tentang pencapaian ketahanan di tingkat negara selama Penyebaran pandemi COVID-19.

Adapun daftar pembicara selama pertemuan virtual satu hari diantaranya adalah Yang Mulia Pangeran Khalid bin Al Walid bin Talal Al Saud, Ketua Dewan Direksi "KBW" untuk Investasi, dan Yang Mulia Khaldun Khalifa Al Mubarak, Ketua Otoritas Urusan Eksekutif, CEO Grup dan Direktur Pelaksana Investasi Mubadala.

Yang Mulia Grace Fu, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan di Pemerintah Singapura, Syeikhah Bodour Bint Sultan Al Qasimi, Ketua Otoritas Investasi dan Pengembangan Sharjah "Shurooq", pendiri dan CEO Kalimat Group, Yang Mulia Ir. Awaida Murshid Al Marar, Ketua Departemen Energi di Abu Dhabi, Francisco Lakamera, Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional, Maymouna Muhammad Sharif, Direktur Eksekutif UN-Habitat, Noel Quinn, CEO HSBC Holding Group, Lawrence Fink, Chairman dan CEO BlackRock, dan Dr. Lucas Juba, CEO of Environmental Practices di Microsoft Corporation. KTT ini juga akan diramaikan dengan partisipasi sejumlah Pembicara dan Narasumber Internasional.

KTT Abu Dhabi Sustainability Week, yang akan diselenggarakan oleh "Masdar" pada 19 Januari, mencakup tiga sesi masing-masing dua jam, dengan fokus pada tiga sumbu: memulihkan roda kehidupan ke sirkulasi, meningkatkan tanggung jawab, interaksi, bisnis dan investasi.

Setiap sumbu akan membahas masalah dan topik utama yang akan membuka jalan bagi banyak peluang sosial, ekonomi dan teknologi untuk mencapai pemulihan hijau setelah pandemi COVID-19.

Yang Mulia Ahmad bin Ali Muhammad Al Sayegh, Menteri Negara dan Ketua Dewan Direksi Pasar Global Abu Dhabi, mengatakan: "Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi adalah perpanjangan dari komitmen berkelanjutan Pasar Global Abu Dhabi untuk mempromosikan visi kepemimpinan negara dan Abu Dhabi sebagai perwakilan dalam menciptakan ekonomi berbasis pengetahuan yang inovatif dan berkelanjutan. Peran kami adalah untuk mendorong praktik yang lebih berkelanjutan dan melindungi perubahan iklim untuk memastikan masa depan masyarakat dan generasi mendatang kami."

Dia menambahkan, "Kami di Pasar Global Abu Dhabi akan terus bekerja dengan mitra strategis kami untuk melipatgandakan upaya dan bertukar pengetahuan, dimana contoh paling menonjol dari hal ini adalah menjadi tuan rumah Forum Keuangan Berkelanjutan Abu Dhabi, yang akan mempercepat pembiayaan berkelanjutan dan mempromosikan kegiatan inovatif yang mendukung pembangunan ekonomi di negara dan kawasan."

Sementara itu, Yang Mulia Ir. Uwaida Murshid Al Marar, Ketua Departemen Energi di Abu Dhabi, mitra utama Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi, mengatakan: "Tantangan sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 menegaskan perlunya tindakan kolektif untuk memajukan agenda keberlanjutan dan memperluas transformasi hijau sebagai pendorong utama pemulihan ekonomi."

Dia menambahkan: "Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi adalah platform yang ideal untuk menyoroti dan memanfaatkan kekuatan komunitas internasional dengan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dunia dan pakar dari berbagai sektor untuk membahas masalah paling mendesak yang mempengaruhi lingkungan kita dan pertumbuhan berkelanjutan kita serta upaya global terpadu untuk mengambil keputusan penting guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dalam periode pasca pandemi.

Sementara itu, Francesco La Camera mengatakan: "Pandemi COVID-19 ini terus menyebabkan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Namun, periode pemulihan memberikan peluang berharga bagi pembuat kebijakan energi dan komunitas investasi untuk mengatur ulang keputusan dan tindakan mereka sesuai dengan persyaratan pertumbuhan berkelanjutan, ketahanan ekonomi, dan kemakmuran bersama. Asosiasi Badan Energi Terbarukan Internasional dan Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi adalah titik awal untuk satu tahun kedepan yang akan menjadi inti dari upaya kami untuk membangun masa depan yang berkelanjutan."

Melalui berbagai inisiatif dan acaranya, acara Pekan Keberlanjutan ini berkontribusi untuk mendorong proses pertukaran pengetahuan, menerapkan strategi, dan mengembangkan solusi realistis untuk menghadapi tantangan keberlanjutan dan perubahan iklim.

Sebagai acara global besar pertama pada tahun 2021, tahun di mana UEA merayakan hari jadinya yang ke-50, acara pecan keberlanjutan ini akan memainkan peran perintis dalam meningkatkan kerja sama antara sektor pemerintah, sektor bisnis dan pihak-pihak terkait dalam masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejak peluncuran kegiatannya pada lebih dari satu dekade yang lalu, Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi telah mengalami perkembangan besar untuk menjadi salah satu pertemuan terbesar yang peduli dengan keberlanjutan di dunia melalui pertemuan puncak, konferensi dan acara yang diadakan di bawah naungannya, untuk menjadi platform global yang berkontribusi dalam mendorong upaya untuk mempercepat laju pembangunan berkelanjutan.

Abu Dhabi Sustainability Week edisi 2020 menarik lebih dari 45.000 peserta dari lebih dari 170 negara dan menyaksikan partisipasi 10 kepala negara, serta 160 menteri dan duta besar.

Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi 2021 akan diadakan dengan semua konferensi dan acaranya secara virtual untuk memastikan keamanan semua peserta, dan berharap bahwa Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi akan diselenggarakan dalam seperti biasanya pada tahun 2022.

Penerjemah: A. Mubarak http://wam.ae/ar/details/1395302901192

WAM/Indonesian