Minggu 26 September 2021 - 5:05:19 pm

Penuntut Umum UEA Menjelaskan Perbedaan antara Berakhirnya Perkara Pidana dan Dicabutnya Pidana Terkait Jangka Waktu Perkara Pidana


ABU DHABI, 15 September (WAM) - Penuntut Umum Negara mengklarifikasi, melalui materi film yang dipublikasikan hari ini di akun media sosialnya @uae_pp, perbedaan antara berakhirnya kasus pidana dan jatuhnya hukuman dari segi jangka waktu dalam kasus pidana.

Penuntut Umum menyatakan bahwa menurut KUHAP, berakhirnya perkara pidana berarti telah lewat jangka waktu tertentu sejak terjadinya tindak pidana tanpa adanya tindakan yang dilakukan oleh pejabat yang berwenang yang mengarah pada dimulainya perkara pidana terhadap terdakwa, dan perkara pidana berakhir, kecuali tindak pidana kisas dan diat dan tindak pidana berat yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup sebagai berikut: 1- Dalam tindak pidana berat setelah 20 tahun.

2- Dalam pelanggaran ringan, setelah 5 tahun.

3- Pelanggaran setelah satu tahun berlalu.

Sejak hari kejahatan itu terjadi.

Adapun dicabutnya pidana adalah lewatnya jangka waktu tertentu sejak dijatuhkannya putusan pidana yang terakhir tanpa dilaksanakannya pidana terhadap terpidana, yang mengakibatkan berakhirnya hak untuk melaksanakan pidana di hadapannya. Pidana dicabut, kecuali kejahatan kisas, diat, dan kejahatan berat yang putusan terakhirnya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup sebagai berikut: 1-Dalam pelanggaran setelah 30 tahun.

2- Dalam pelanggaran ringan, setelah 7 tahun.

3- Pelanggaran setelah dua tahun berlalu.

Jangka waktu itu terhitung sejak tanggal putusan berkekuatan hukum tetap, kecuali jika pidana itu dijatuhkan secara in absentia oleh pengadilan pidana karena suatu tindak pidana kejahatan, maka jangka waktu itu terhitung sejak hari putusan itu dijatuhkan.

Penyebarluasan informasi ini dilakukan dalam rangka kampanye berkelanjutan Kejaksaan Negeri untuk meningkatkan budaya hukum di kalangan masyarakat dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, dengan tujuan menyebarkan budaya hukum sebagai cara hidup.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302970198

WAM/Indonesian