Senin 27 Juni 2022 - 3:28:38 pm

Saqr Ghobash: Kami Menegaskan Solidaritas Kami dengan Rakyat Palestina untuk Memulihkan Semua Hak Sah Mereka dan Mendirikan Negara Merdeka

  • صقر غباش : نؤكد تضامننا مع الشعب الفلسطيني لاستعادةِ كاملَ حقوقِه المشروعةِ وإقامةِ دولتِه المستقلة
  • صقر غباش : نؤكد تضامننا مع الشعب الفلسطيني لاستعادةِ كاملَ حقوقِه المشروعةِ وإقامةِ دولتِه المستقلة
  • صقر غباش : نؤكد تضامننا مع الشعب الفلسطيني لاستعادةِ كاملَ حقوقِه المشروعةِ وإقامةِ دولتِه المستقلة
  • صقر غباش : نؤكد تضامننا مع الشعب الفلسطيني لاستعادةِ كاملَ حقوقِه المشروعةِ وإقامةِ دولتِه المستقلة
Video Gambar

KAIRO, 21 Mei 2022 (WAM) - Saqr Ghobash, Ketua Dewan Nasional Federal, menegaskan bahwa masalah Palestina selalu menjadi prioritas kebijakan luar negeri Uni Emirat Arab (UEA) sejak pendiriannya, bersama dengan negara-negara saudaranya, UEA telah menghadapi secara politik dan diplomatik semua tindakan dan keputusan Israel yang bertujuan untuk melenyapkan atau mengubah identitas Masjid Al-Aqsha, atau mengubah situasi hukum dan sejarah di Yerusalem, dan karakter Arab dan Islamnya.

Dalam pidatonya pada konferensi darurat ke-33 Persatuan Antar-Parlemen Arab, yang diadakan hari ini di Kairo, Yang Mulia mengatakan bahwa UEA tidak meninggalkan kesempatan tetapi ingin membuka semua pintu untuk membela hak-hak persaudaraan rakyat Palestina, terutama hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara merdeka mereka. Hal ini, seperti semua orang tahu, berada di garis depan kepentingan dan dukungan pendiri UEA, almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan dan Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan. Hal ini juga dalam daftar perhatian Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden UEA, di mana semua masalah Arab berada dalam fokusnya dan sejarah akan tetap menjadi saksi terbaik bahwa negara kita, kepemimpinan dan rakyat, selalu mendukung rakyat Palestina, dan mendukung tujuan mereka yang adil dalam segala keadaan dan kondisi.

Yang Mulia Presiden Dewan Nasional Federal memuji semua delegasi yang berpartisipasi atas tanggapan cepat terhadap diadakannya pertemuan ini. Yang Mulia berkata, "Saya merasa terhormat untuk menyampaikan kepada saudara-saudara kita, rakyat Palestina, perasaan persaudaraan yang paling tulus dari pemerintahan dan rakyat Uni Emirat Arab (UEA), dan solidaritas penuh mereka untuk memulihkan semua hak sah mereka dan mendirikan negara Palestina merdeka di perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur (Al-Quds) sebagai ibu kotanya.

Yang Mulia menambahkan, "Kita bertemu hari ini dalam pertemuan darurat, penuh harapan dan keyakinan bahwa kita akan datang dengan posisi yang kuat dan bersatu yang akan naik ke tingkat aspirasi bangsa Arab mengenai isu krusial utama mereka, yaitu isu Palestina, terutama serangan baru-baru ini yang menodai kesucian Masjid Al-Aqsha Mubarak, tindakan yang dikutuk UEA seketika, dan menuntut penghentian segera, memberikan penghormatan terhadap hak mutlak rakyat Palestina untuk melakukan sholat dan ibadah mereka. Pada saat yang sama, UEA menekankan perlunya menghormati kewenangan Kerajaan Hashemite Yordania dalam merawat tempat-tempat suci dan wakaf di Kota Al-Quds, serta tidak mengurangi kekuasaan administrasi dan wakaf Masjid Aqsa, sesuai dengan hukum internasional dan situasi sejarah yang ada, dan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat dalam hal ini. Kami juga memuji peran yang dimainkan oleh Yang Mulia Raja Mohammed VI, Raja Kerajaan Maroko, sebagai Ketua Komite Al-Quds, dalam mendukung ketabahan penduduk Yerusalem dan mempertahankan Kota Suci.

Yang Mulia Saqr Ghobash berkata, "Saya yakin bahwa kita semua tertarik pada transparansi dan kejujuran untuk menghentikan dan mencegah praktik Israel yang mengarah pada eskalasi berbahaya dan mengancam keamanan seluruh kawasan, dan bahwa hanya solusi sementara tidak akan mencapai hasil yang menenangkan selama periode mendatang. Oleh karena itu, kita harus mematuhi mekanisme untuk menerapkan solusi permanen, adil, dan komprehensif untuk masalah Palestina sesuai dengan tiga pilar tetap: referensi internasional yang relevan, Inisiatif Perdamaian Arab, dan kembali ke perbatasan 4 Juni, 1967, agar rakyat Palestina dapat mendirikan negara merdeka di wilayah nasionalnya, dan ibu kotanya, Yerusalem Timur (Al-Quds).

Delegasi yang mendampingi Yang Mulia Saqr Ghobash, anggota Divisi Parlemen Dewan Nasional Federal di Persatuan Antar-Parlemen Arab, termasuk Nasser Mohammed Al Yamahi, ketua kelompok, Obaid Khalfan Al Salami, wakil ketua kelompok, Naima Abdul Rahman Al Mansouri, Aisha Rashid Laytim, Ahmed Abdullah Al Shehhi, anggota Dewan Nasional Federal, Dr. Omar Abdul-Rahman Al-Nuaimi, Sekretaris Jenderal Dewan, dan Afra Rashid Al-Basti, Asisten Sekretaris Jenderal untuk Komunikasi Parlemen.

Penerjemah: Didek Yustika https://wam.ae/ar/details/1395303049646

WAM/Indonesian