Jumat 01 Juli 2022 - 11:08:32 pm

Hessa Buhumaid: UEA Membuat Kemajuan Kualitatif di Tingkat Legislatif, Institusional dan Strategis untuk Pemberdayaan Perempuan

  • ‎حصة بوحميد: الإمارات تحقق تقدما نوعيا على المستويات التشريعية والمؤسسية والاستراتيجية لتمكين المرأة
  • ‎حصة بوحميد: الإمارات تحقق تقدما نوعيا على المستويات التشريعية والمؤسسية والاستراتيجية لتمكين المرأة

JENEWA, 22 Juni (WAM) - Yang Mulia Hessa bint Essa Buhumaid, Menteri Pengembangan Masyarakat, menegaskan bahwa UEA telah menyaksikan selama periode terakhir, banyak perkembangan kualitatif, di tingkat legislatif, kelembagaan dan strategis, di mana pemerintah telah mengadopsi banyak kebijakan yang meningkatkan struktur hak asasi manusia di UEA, dan mempertahankan keberhasilan yang dicapai oleh perempuan. Ia menyatakan dukungan pemerintah federal dan lokal yang sejalan dengan aspirasi pemberdayaan perempuan, UEA terus berupaya meningkatkan kehadiran perempuan dan mencegah segala bentuk diskriminasi terhadap mereka.

Ini disampaikan saat beliau memimpin delegasi UEA yang berpartisipasi dalam sesi peninjauan laporan berkala keempat UEA tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan (CEDAW), yang diadakan dari 21 - 22 Juni 2022 di markas besar PBB di Jenewa.

Delegasi tersebut termasuk perwakilan dari Kementerian Pengembangan Masyarakat, Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi, Kementerian Kehakiman, Kementerian Kesehatan dan Pencegahan Masyarakat, Dewan Nasional Federal, Dewan Keseimbangan Gender UEA, Persatuan Wanita Umum (GWU), Dewan Tertinggi untuk Ibu dan Anak, Otoritas Identitas dan Kewarganegaraan Federal, Bea Cukai dan Keamanan Pelabuhan, Pusat Penampungan dan Perawatan Kemanusiaan Abu Dhabi.

Yang Mulia mengatakan: "Perkembangan yang terjadi di UEA untuk mendukung peran perempuan di berbagai bidang berasal dari seperangkat kerangka normatif, hukum dan politik menuju pencapaian keseimbangan dan kesetaraan gender, memberdayakan perempuan, meningkatkan peran kepemimpinan mereka, dan memastikan partisipasi penuh mereka dan setara dalam pengambilan keputusan. Perempuan memiliki peran penting dalam semua bidang pembangunan berkelanjutan, sehingga keragaman sosial harus diperhitungkan ketika mendukung mekanisme nasional untuk kesetaraan gender.

Yang Mulia menambahkan: "Dalam hal lingkungan legislatif dan kelembagaan yang mendukung pemberdayaan perempuan, tahun 2019 – 2021 istimewa bagi perempuan di UEA, di mana UEA mengeluarkan 11 undang-undang baru dan amandemen legislatif, yang semuanya difokuskan untuk mempromosikan hak-hak perempuan dan memberdayakan mereka di segala bidang, di samping peran utama mereka dalam strategi lima puluh tahun ke depan untuk UEA.

Lanjut Yang Mulia: "Salah satu peraturan perundang-undangan tersebut yang paling menonjol adalah dikeluarkannya Undang-Undang Federal No. 12 Tahun 2021 tentang Pembentukan Komnas HAM, sebagai lembaga independen yang berbadan hukum yang menjalankan kegiatannya sesuai dengan Prinsip Paris."

Pemerintah UEA mengadopsi UU tentang Perlindungan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan Kebijakan Perlindungan Keluarga, yang bertujuan untuk memperkuat sistem sosial yang mencapai perlindungan bagi anggota keluarga, dan mempertahankan entitas dan hak-haknya.

Yang Mulia mengacu pada Undang-Undang yang Mengatur Hubungan Perburuhan tahun 1980 dan amandemennya pada tahun 2020, yang menetapkan upah yang sama bagi perempuan dan laki-laki di sektor swasta, dan untuk memberikan pekerja (laki-laki atau perempuan) di sektor swasta "cuti orang tua" berbayar untuk mengasuh anak, menjadikan UEA negara Arab pertama yang memberi cuti orang tua kepada pekerja di sektor swasta.

Yang Mulia menekankan bahwa undang-undang ini telah berkontribusi besar dalam pemberdayaan perempuan di UEA, terutama di bidang ekonomi, di mana jumlah perusahaan berlisensi yang dimiliki oleh perempuan telah mencapai 80.025, sementara jumlah pengusaha perempuan telah mencapai 32.000 pengusaha perempuan yang menjalankan proyek senilai lebih dari USD 10 miliar. Selain keunggulan perempuan Emirat di bidang antariksa, di mana persentase partisipasi perempuan mencapai 34%, di samping partisipasi mereka sebesar 80% dari tim ilmiah "Misbar Al-Amal", yang mencapai orbit Mars.

Dalam pertemuan tersebut, para anggota komite melakukan diskusi yang bermanfaat dengan delegasi UEA, dan mengucapkan selamat kepada UEA atas pencapaiannya dalam memberdayakan perempuan di bidang politik, ekonomi, dan budaya. Para anggota memuji pembentukan Dewan Keseimbangan Gender UEA untuk memastikan bahwa lembaga federal mengikuti praktik terbaik untuk mempromosikan pemberdayaan perempuan. Anggota komite menekankan bahwa negara-negara lain memandang UEA sebagai panutan di tingkat regional, terutama dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi, dan dalam mencapai kebahagiaan bagi rakyatnya. Mereka juga mengucapkan selamat atas terpilihnya UEA menjadi Dewan Keamanan PBB dan peran pentingnya dalam mencapai perdamaian, keamanan, dan stabilitas global.

Penerjemah: Didek Yustika https://wam.ae/ar/details/1395303059915

WAM/Indonesian