Selasa 05 Juli 2022 - 10:49:15 pm

Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkaran Arktik Meluncurkan "Aksi Kutub Ketiga"

  • وزارة التغير المناخي والبيئة والدائرة القطبية الشمالية تطلقان "إجراء القطب الثالث"
  • وزارة التغير المناخي والبيئة والدائرة القطبية الشمالية تطلقان "إجراء القطب الثالث"
  • وزارة التغير المناخي والبيئة والدائرة القطبية الشمالية تطلقان "إجراء القطب الثالث"

DUBAI, 23 Juni (WAM) - Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup dan Lingkaran Arktik telah mengumumkan peluncuran "Aksi Kutub Ketiga".

Lingkaran Arktik yang diketuai oleh mantan Presiden Islandia Olafur Ragnar Grimsson, adalah jaringan terbesar pemerintah, bisnis, universitas, lembaga pemikir, organisasi lingkungan, komunitas adat, dan warga yang tertarik, dengan tujuan mendorong dialog dan kerja sama tentang masa depan Arktik dan dunia.

"Aksi Kutub Ketiga" adalah upaya terpadu untuk mengurangi risiko pencairan gletser dan ketidakamanan air, diperburuk oleh perubahan iklim, di Kutub Ketiga, sebuah istilah yang mengacu pada wilayah geografis yang berdekatan dengan Himalaya, yang meliputi India, China, Pakistan, Afghanistan, Nepal, Bhutan, Bangladesh, Myanmar dan beberapa negara di Asia Tengah.

Aksi Kutub Ketiga akan mempertemukan pemerintah, ilmuwan dan pakar untuk meningkatkan pengetahuan regional tentang tantangan penurunan sumber daya air. Inisiatif ini didasarkan pada interaksi aktif dengan pemerintah dan lembaga untuk meningkatkan penelitian ilmiah dan kemitraan untuk melengkapi proses pembuatan kebijakan dengan pengetahuan dan informasi, dipandu oleh pengalaman kolaboratif Lingkaran Arktik, yang memungkinkan penyampaian informasi ilmiah secara efisien dan efektif bagi pembuat kebijakan yang berspesialisasi dalam mengatasi tantangan perubahan iklim.

Aksi ini akan menyaksikan tahap-tahap penting melalui serangkaian pertemuan Lingkaran Arktik yang akan datang di Islandia dan penyelenggaraan forum-forumnya di negara-negara lain.

Aksi tersebut berupaya untuk berkontribusi secara efektif pada persiapan Konferensi Negara-Negara Pihak (COP28) yang akan diadakan di UEA pada tahun 2023.

Yang Mulia Mariam bint Mohammed Saeed Hareb Almheiri, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan, mengatakan: Dalam kerangka arahan kepemimpinan yang bijaksana, UEA berkomitmen untuk mendukung upaya global untuk menjaga lingkungan alam; di mana mengabaikan pencairan gletser akan menyebabkan peningkatan hilangnya keanekaragaman hayati, menghambat pembangunan ekonomi, dan menyebabkan kekurangan makanan dan air yang lebih besar, untuk menghindari masalah ini, dan dalam kerangka sistem kerja sama internasional negara kita, kita sangat ingin mensinergikan upaya kita dengan Lingkaran Arktik untuk meluncurkan aksi kutub ketiga, yang akan memiliki peran penting dalam membangun kemitraan yang efektif dan bertukar pengalaman untuk mengurangi dampak perubahan iklim di kawasan.

Bagian baru yang didedikasikan untuk aksi kutub ketiga telah dibuat di situs Arktik /www.ArcticCircle.org/.. Bagian ini akan berfungsi sebagai pusat informasi komprehensif untuk inisiatif ini, menyajikan laporan, berita, artikel, wawancara, video, dan podcast yang dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas, sehingga memberikan dukungan yang signifikan terhadap fondasi inisiatif.

Penerjemah: Didek Yustika https://wam.ae/ar/details/1395303060110

WAM/Indonesian