Senin 05 Desember 2022 - 2:57:53 am

Majelis Hukama Al-Muslimin: Dokumen Persaudaraan Manusia adalah Salah Satu Hasil Terbaik dari Dialog Antaragama di Zaman Modern

  • مجلس حكماء المسلمين: وثيقة الأخوة الإنسانية واحدة من أهم ثمار الحوار الديني في العصر الحديث
  • مجلس حكماء المسلمين: وثيقة الأخوة الإنسانية واحدة من أهم ثمار الحوار الديني في العصر الحديث
  • مجلس حكماء المسلمين: وثيقة الأخوة الإنسانية واحدة من أهم ثمار الحوار الديني في العصر الحديث

ABU DHABI, 24 November 2022 (WAM) -- Sekretaris Jenderal Muslim Council of Elders (MCE) Hakim Mohamed Abdelsalam telah menekankan perlunya memanfaatkan Dokumen bersejarah Abu Dhabi tentang Persaudaraan Manusia untuk menyusun piagam dan undang-undang internasional baru yang meningkatkan hubungan antar manusia. -hubungan peradaban dan memajukan nilai-nilai moral dan spiritual dalam menghadapi tantangan-tantangan umum manusia yang utama.

Dalam pidato utama pada sesi tematik tentang peran para pemimpin agama dalam mempromosikan perdamaian, saling menghormati, dan keharmonisan sosial, yang diselenggarakan bersama oleh MCE dan Aliansi Peradaban Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNAOC), Sekretaris Jenderal mengatakan Dokumen tentang Persaudaraan Manusia, ditandatangani oleh Yang Mulia Imam Besar Al Azhar dan Ketua Majelis Hukama Al-Muslimin , Dr. Ahmed el-Tayyeb, dan Yang Mulia Paus Francis dari Gereja Katolik, di Abu Dhabi, 2019, adalah salah satu yang terbaik hasil dialog antaragama di zaman modern.

Dokumen ini merupakan seruan kepada semua anggota keluarga besar umat manusia untuk bersatu dalam memajukan perdamaian dunia, saling menghormati, dan keharmonisan sosial berdasarkan penghormatan terhadap semua orang dan hak-hak mereka, tambah Sekretaris Jenderal.

Dia menekankan bahwa perhatian harus diberikan pada peran yang dapat dilakukan oleh para pemimpin agama dalam mengatasi masalah yang paling mendesak saat ini, termasuk kurangnya perdamaian dan saling menghormati. Pandemi virus corona telah menunjukkan dampak lokal dan global dari para pemimpin agama dan perbedaan yang dapat mereka buat di bidang ini, tambahnya.

Abdel Salam menunjukkan bahwa MCE – sejak didirikan di Abu Dhabi pada tahun 2014 – telah berupaya menggunakan kebijaksanaan dan visi komunitas dan pemimpin agama dan menerjemahkannya ke dalam tindakan dan panduan untuk perbaikan komunitas dunia.

Dewan telah melakukan ini karena keyakinannya bahwa pengalaman moral dan budaya masyarakat merupakan sumber kebijaksanaan yang dapat membantu mengatasi konflik saat ini dan mengilhami dunia untuk memiliki hubungan manusia yang lebih baik. “Ini berlaku ketika pengalaman budaya dibagikan dan diintegrasikan melalui pengakuan kreativitas kolektif semua orang dan bangsa, yang telah mengarah pada terciptanya berbagai peradaban sepanjang sejarah,” jelas Hakim Abdel Salam.

Dalam sambutan penutupnya, Sekretaris Jenderal mengucapkan terima kasih dan penghargaannya kepada Kerajaan Maroko sebagai model perintis untuk mempromosikan koeksistensi dan persaudaraan manusia. Dia mengucapkan terima kasih khusus kepada Raja Mohammed VI dari Kerajaan Maroko untuk mendukung upaya tersebut.

Dia juga memuji UNAOC karena menyelenggarakan UNAOC Global Forum edisi kesembilan, dengan tema: “Towards an Alliance of Peace: Living Together as One Humanity”. Dia lebih jauh mengungkapkan harapannya bahwa Forum akan mempromosikan kesadaran global yang lebih besar tentang nilai-nilai dialog budaya dan hidup berdampingan secara damai sebagai prasyarat untuk saling menghormati dan perdamaian global yang berkelanjutan.

https://wam.ae/en/details/1395303105224

 

Maryam/ Ashrun Mubarak Malik