Senin 10 Mei 2021 - 12:46:29 pm

UEA Masuk 10 Teratas dari 28 Indikator Kompetitif untuk Sektor Keuangan dan Pajak


ABU DHABI, 2 Mei (WAM) - Lima dari lembaga internasional terbesar yang peduli dengan penilaian daya saing telah memasukkan Uni Emirat Arab dalam sepuluh besar dunia pada 28 indikator daya saing di sektor keuangan dan pajak selama tahun 2020.

Hal tersebut terbukti melalui pemantauan yang dilakukan oleh Pusat Persaingan dan Statistik Federal, yang meliputi dokumentasi pemeringkatan buku tahunan daya saing global, laporan indeks kemakmuran, daya saing pariwisata dan perjalanan, talenta global, laporan daya saing 4.0, selain beberapa laporan internasional khusus lainnya.

Evaluasi indikator rujukan ini telah menyepakati efisiensi lingkungan bisnis di UEA karena ketahanan infrastruktur ekonomi di negara tersebut, yang diperkuat dengan tidak adanya pajak atas pendapatan swasta, selain keyakinan bahwa kebijakan keuangan yang diambil oleh UEA memiliki banyak fleksibilitas dan keragaman yang memungkinkan penguatan pertumbuhan ekonomi dan kesiapannya untuk menghadapi kondisi yang disebabkan oleh pandemi Corona dengan pendekatan pembangunan komprehensif yang berkelanjutan.

Indikator daya saing internasional yang dipantau meliputi 28 sektor vital di bidang keuangan dan pajak, di mana UEA menempati urutan pertama dalam bagian pajak pribadi aktual, dan dalam tingkat laba / laba % / pajak, serta kurangnya penghindaran dari pembayaran pajak dan pajak tidak langsung yang dikumpulkan, serta kurangnya pengeluaran pemerintah yang boros dan semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk mengajukan pajak.

UEA menempati peringkat kedua di dunia dalam bidang pengumpulan pajak perusahaan, dalam pertumbuhan aktual dalam pengeluaran konsumsi pemerintah, pengumpulan modal, dan pajak real estat ... sementara itu berada di urutan ketiga dalam bidang transfer dana publik, dan pada hutang pemerintah pusat daerah, dan dalam tingkat pajak konsumsi rendah.

Pada awal Januari 2018, UEA menerapkan pajak pertambahan nilai, yang merupakan pajak tidak langsung sebesar 5% untuk sebagian besar barang dan jasa yang dipasok di setiap tahap rantai pasokan.

Sebelumnya, pada kuartal terakhir 2017 telah diberlakukan pajak cukai untuk membatasi konsumsi zat-zat yang berdampak pada kesehatan, seperti minuman bergas, produk tembakau, dan minuman energi.

Keanggotaan UEA di Klub Sepuluh Besar hadir dalam persaingan lingkungan bisnis dengan masalah pajak dan keuangan, sebagai akibat dari tidak adanya rencana untuk mengenakan pajak penghasilan, karena negara hanya berfokus pada pajak tidak langsung, yang "ditambahkan" dan "selektif", karena pajak ini mencapai tujuan positif yang tercermin dengan efek positifnya pada warga dan penduduk, dan terwakili dalam meningkatkan perilaku konsumen dan mengurangi konsumsi komoditas yang merusak kesehatan.

Di saat banyak negara di dunia cenderung menaikkan pajak atas keuntungan pribadi dan perusahaan, UEA menduduki peringkat pertama di dunia dengan tidak adanya pajak pribadi aktual dalam sistem keuangannya, serta kurangnya penghindaran pajak, yang memperkuat kelayakannya untuk menarik investasi asing di periode mendatang.

Dalam laporannya untuk tahun 2020, Forum Ekonomi Dunia memberi peringkat UEA ketiga di dunia dalam tingkat pajak konsumsi yang rendah, dan kelima dalam dampak pajak yang rendah pada insentif kerja ... sementara UEA berada di peringkat kedelapan di dunia dalam dampak penyebaran pajak atas investasi, dan ketujuh dalam ketersediaan uang modal investasi, menurut laporan Legatum Institute, yang mengukur Indeks Kemakmuran.

Perlu dicatat bahwa elemen kekuatan dan daya saing lingkungan bisnis UEA muncul dengan tidak adanya pajak atas pendapatan swasta perusahaan dalam sistem keuangan, dengan pengurangan cukai dan pajak pertambahan nilai pada tingkat yang rendah dibandingkan dengan tarif yang diberlakukan di semua negara di dunia, yang didokumentasikan oleh indikator daya saing internasional.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302931737

WAM/Indonesian