Selasa 24 Mei 2022 - 11:36:43 pm

Dewan Keamanan Sepakat Mengutuk Serangan Teroris Houthi di UEA


NEW YORK, 22 Januari / WAM/ Yang Mulia Duta Besar Lana Nussaibah, Wakil Tetap UEA untuk PBB, memberikan pengarahan rahasia tentang serangan teroris milisi Houthi, selama sesi tertutup Dewan Keamanan PBB. Yang Mulia Duta Besar Nussaibah bergabung dengan seorang pejabat dari Angkatan Bersenjata UEA. Setelah pertemuan itu, Dewan Keamanan mengeluarkan pernyataan pers yang mengutuk serangan teroris Houthi, yang menargetkan UEA dan situs-situs di Kerajaan Arab Saudi.

Siaran pers menekankan perlunya meminta pertanggungjawaban milisi Houthi atas tindakan teroris ini, dan mendesak semua negara untuk bekerja sama dengan pemerintah UEA untuk mencapai hal ini.

Duta Besar Yang Mulia Nussaibah mengatakan: "Dewan Keamanan menyatakan, dengan satu suara, bahwa agresi keji yang diluncurkan oleh Houthi ini merupakan ancaman yang jelas terhadap komunitas internasional". "Serangan teroris ini tidak hanya mengancam kehidupan kita sebagai warga Emirat, tetapi juga kehidupan warga setiap negara anggota PBB yang menganggap UEA sebagai tanah air mereka. Sangat penting bahwa Dewan Keamanan dan komunitas internasional menahan milisi teroris Houthi bertanggung jawab atas kejahatan ini dan mencegah kekejaman di masa depan," tambahnya.

Pada 18 Januari, UEA mengirimkan surat kepada Kerajaan Norwegia, presiden Dewan Keamanan untuk bulan ini, meminta pertemuan Dewan tentang serangan teroris yang diluncurkan oleh Houthi. Pada hari Senin, 17 Januari, milisi Houthi menargetkan pukul 10 pagi waktu setempat di UEA, kawasan industri di Mussafah / ICAD 3 / dan area konstruksi baru di Bandara Internasional Abu Dhabi, yang keduanya merupakan infrastruktur sipil. Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 3 warga sipil dan melukai 6 lainnya.

Serangan ini merupakan bagian dari pola perilaku teroris berulang oleh Houthi. Pada 12 Januari, dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang situasi di Timur Tengah, Uni Emirat Arab mengutuk perebutan negara oleh Houthi pada 3 Januari, yang menargetkan kapal kargo sipil berbendera "Rawabi" di Laut Merah, dan menggambarkannya sebagai tindakan pembajakan.

Penerjemah: A. Mubarak https://wam.ae/ar/details/1395303013773

WAM/Indonesian