Selasa 31 Januari 2023 - 8:27:20 am

Presiden UEA Mengumumkan 2023 sebagai 'Tahun Keberlanjutan'


ABU DHABI, 20 Januari 2023 (WAM) - Yang Mulia Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan telah mengumumkan bahwa tahun 2023 akan menjadi “Tahun Keberlanjutan”.

Tahun Keberlanjutan - akan mencakup beberapa inisiatif, kegiatan, dan acara yang memanfaatkan nilai-nilai keberlanjutan UEA yang mengakar dan warisan pendirinya, mendiang Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Ini juga akan berfokus pada kelestarian lingkungan dengan menginspirasi tindakan kolektif melalui komitmen nasional terhadap praktik berkelanjutan, sejalan dengan strategi nasional UEA, menyatukan semua orang yang menyebut UEA sebagai rumah untuk bekerja menuju masa depan yang sejahtera.

Tahun ini juga bertujuan untuk menunjukkan komitmen UEA dalam mendorong kolaborasi global dalam mencari solusi inovatif untuk tantangan, seperti energi, perubahan iklim, dan masalah mendesak lainnya terkait keberlanjutan.

Prakarsa selama setahun diawasi oleh Yang Mulia Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pengadilan Kepresidenan; dan Yang Mulia Sheikha Mariam bint Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed berkata, “Keberlanjutan telah menjadi prinsip dasar di Uni Emirat Arab sejak penyatuannya. Bangsa terus melayani sebagai model yang luar biasa untuk konservasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya. Almarhum Sheikh Zayed adalah pemimpin global dalam aksi lingkungan dan iklim, meninggalkan warisan yang terus kami ikuti hingga hari ini.”

Yang Mulia menambahkan, "Today for Tomorrow mewujudkan pendekatan dan komitmen UEA terhadap keberlanjutan dan tanggung jawabnya untuk melindungi masa depan. Dengan bekerja, melakukan upaya, dan memprakarsai tindakan hari ini, kami memastikan bahwa kami meninggalkan warisan penatalayanan untuk generasi mendatang, hanya seperti yang nenek moyang kita lakukan untuk kita.”

Yang Mulia juga menekankan bahwa Tahun Keberlanjutan memiliki makna khusus saat UEA bersiap menjadi tuan rumah KTT perubahan iklim PBB ke-28, Konferensi Para Pihak (COP28). Dia menyatakan bahwa UEA bertekad untuk COP28 menjadi preseden dalam upaya kolektif global untuk mengatasi perubahan iklim.

Yang Mulia juga mengundang anggota komunitas dan institusi untuk terlibat dalam inisiatif dan kegiatan Tahun Keberlanjutan dan bersatu dalam upaya kolektif yang membawa bangsa menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

"Tahun Keberlanjutan" memperkuat komitmen UEA dalam mengatasi tantangan saat ini dan mempromosikan praktik berkelanjutan di tingkat individu dan komunitas. Contoh penting termasuk "Inisiatif Strategi Net Zero 2050", yang merinci komitmen negara untuk mempromosikan perlindungan lingkungan, dan upayanya untuk menciptakan komunitas berkembang yang ideal untuk hidup dan bekerja.

Pengumuman tersebut dikeluarkan menyusul keberhasilan Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi 2023, yang melibatkan partisipasi banyak pemimpin dan pejabat negara di seluruh dunia. Hal ini semakin mengukuhkan posisi UEA sebagai pemimpin dalam mempromosikan kesadaran keberlanjutan baik secara domestik maupun internasional dan memperkuat komitmennya untuk mengatasi tantangan yang terkait dengannya.

UEA telah lama menjadi pemimpin dalam mempromosikan energi bersih dan membangun kemitraan yang efektif untuk kepentingan komunitas global. Salah satu kemitraan penting adalah Kemitraan UEA-AS untuk Percepatan Energi Bersih (PACE), yang akan mengkatalisasi pembiayaan sebesar USD100 miliar dan dukungan lainnya selain menyebarkan 100 gigawatt (GW) energi bersih baru di AS-UEA, dan ekonomi berkembang di sekitar dunia pada tahun 2035.

https://wam.ae/en/details/1395303121020

Didek Yustika